Kelas Rusak Berat, Siswa Selalu Waswas

Kompas.com - 01/02/2010, 16:29 WIB

TANGERANG, KOMPAS.com — Sebanyak 210 murid SD Negeri Rancakelapa III, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, terpaksa belajar dalam kondisi waswas. Bila turun hujan, proses belajar mengajar sebagian kelas diliburkan karena ruangan basah akibat atap bocor.

Kepala SD Negeri Rancakelapa III Kecamatan Panongan, Sugiyadi, Senin (1/2/2010), membenarkan bahwa kondisi sekolah yang dipimpinnya saat ini memprihatinkan sehingga murid diliburkan bila hujan datang. "Jika mulai gelap dan gerimis datang, kami tidak mau menanggung risiko cedera atau murid jadi korban, mereka terpaksa diliburkan belajar," katanya.

Menurutnya, dari enam ruang kelas yang ada, hanya tiga kelas yang dapat dimanfaatkan untuk belajar saat ini. Tiga kelas lainnya rusak parah. Demikian pula bangunan kelas yang nyaris roboh karena bagian atap ada yang sudah melengkung karena tidak kuat menahan genteng.

Kondisi sekolah memang sudah memprihatinkan. Selain kusen-kusen tampak keropos dan bagian atapnya bocor, umumnya plafon pun sudah 70 persen jebol. Demikian halnya kondisi buruk itu juga terlihat pada dinding yang retak-retak.

Belum ada perbaikan

SD Rancakelapa III dibangun sejak 1986, tetapi hingga kini belum pernah dilakukan perbaikan berat oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Meski pada 2004 lalu menerima bantuan perbaikan, tetapi bantuan itu diarahkan oleh petugas Dinas Pendidikan setempat untuk menambah ruang belajar mengajar yang jumlahnya terbatas mengingat saat itu hanya ada empat kelas.

Sugiyadi menambahkan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Tangerang tahun 2008, sekolah ini mendapatkan tambahan ruang belajar. Namun, hingga kini belum ada realisasinya.

Untuk itu, agar proses belajar tetap berjalan, maka murid kelas I diatur untuk melakukan kegiatan belajar mulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB, sedangkan kelas II mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Tangerang H Ahmad Suwandi, ketika ditemui di kantornya untuk diminta klarifikasi, tidak berada di tempat dan tidak dapat dihubungi. Demikian pula dengan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Bambang Sapto yang juga tidak berhasil untuk dikonfirmasi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau