TANGERANG, KOMPAS.com — Sebanyak 210 murid SD Negeri Rancakelapa III, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten, terpaksa belajar dalam kondisi waswas. Bila turun hujan, proses belajar mengajar sebagian kelas diliburkan karena ruangan basah akibat atap bocor.
Kepala SD Negeri Rancakelapa III Kecamatan Panongan, Sugiyadi, Senin (1/2/2010), membenarkan bahwa kondisi sekolah yang dipimpinnya saat ini memprihatinkan sehingga murid diliburkan bila hujan datang. "Jika mulai gelap dan gerimis datang, kami tidak mau menanggung risiko cedera atau murid jadi korban, mereka terpaksa diliburkan belajar," katanya.
Menurutnya, dari enam ruang kelas yang ada, hanya tiga kelas yang dapat dimanfaatkan untuk belajar saat ini. Tiga kelas lainnya rusak parah. Demikian pula bangunan kelas yang nyaris roboh karena bagian atap ada yang sudah melengkung karena tidak kuat menahan genteng.
Kondisi sekolah memang sudah memprihatinkan. Selain kusen-kusen tampak keropos dan bagian atapnya bocor, umumnya plafon pun sudah 70 persen jebol. Demikian halnya kondisi buruk itu juga terlihat pada dinding yang retak-retak.
Belum ada perbaikan
SD Rancakelapa III dibangun sejak 1986, tetapi hingga kini belum pernah dilakukan perbaikan berat oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang. Meski pada 2004 lalu menerima bantuan perbaikan, tetapi bantuan itu diarahkan oleh petugas Dinas Pendidikan setempat untuk menambah ruang belajar mengajar yang jumlahnya terbatas mengingat saat itu hanya ada empat kelas.
Sugiyadi menambahkan, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Tangerang tahun 2008, sekolah ini mendapatkan tambahan ruang belajar. Namun, hingga kini belum ada realisasinya.
Untuk itu, agar proses belajar tetap berjalan, maka murid kelas I diatur untuk melakukan kegiatan belajar mulai pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB, sedangkan kelas II mulai pukul 10.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.
Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Tangerang H Ahmad Suwandi, ketika ditemui di kantornya untuk diminta klarifikasi, tidak berada di tempat dan tidak dapat dihubungi. Demikian pula dengan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Bambang Sapto yang juga tidak berhasil untuk dikonfirmasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang