Afrika

Pemimpin Diajak Perangi Al Qaeda

Kompas.com - 03/02/2010, 09:46 WIB

MOGADISHU, KOMPAS.com - Presiden Senegal Abdoulaye Wade, Senin (1/2/2010), mendesak para pemimpin Afrika agar bersatu memerangi jaringan Al Qaeda di Afrika Utara. Jaringan ini dilaporkan sedang mengampanyekan sebuah wajah ”baru dan siap mengganggu” kawasan.

Sebuah kelompok garis keras di Somalia, Shebab, pada hari yang sama secara resmi mendeklarasikan diri bergabung dengan Al Qaeda.

”Deklarasi dilakukan dalam sebuah pertemuan besar para tokoh pemberontak Muslim,” demikian seorang pejabat di Mogadishu, ibu kota Somalia, Senin.

Wade tampil dalam pertemuan puncak KTT ke-14 Uni Afrika di Addis Ababa, ibu kota Etiopia, yang dihadiri para kepala negara Afrika. Forum ini membahas berbagai strategi mengatasi krisis dan konflik di benua tersebut. Dia mengajak pemimpin Afrika untuk segera menangani isu terkait Al Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM).

”Terorisme gurun pasir ini telah mengambil format baru dan sangat mengganggu.... Tetapi negara seperti Senegal atau Mali tidak berbuat apa-apa. Ini adalah sebuah masalah internasional. Kekuatan Barat harus juga ikut ambil bagian di dalamnya,” katanya.

Pemimpin Senegal ini juga telah memberi peringatan tentang perdagangan senjata secara ilegal di wilayah Sahel, Afrika. Tanpa memberikan penjelasan lebih rinci, dia mengatakan, ”Kekuatan Barat harus juga ikut terlibat di dalamnya.”

Jaringan terorisme Osama bin Laden yang berbasis di Afrika Utara telah mengancam akan mengeksekusi warga Perancis yang diculik di Mali pada November 2009. Selain seorang warga Perancis, kelompok ini juga menyandera lima orang Eropa lainnya.

Wade juga berharap junta militer Guinea, tetangga Senegal, menghormati janji mereka untuk tidak berpartisipasi dalam pemilu tahun ini. Ini bertujuan untuk menegakkan demokrasi di Guinea.

Setia kepada Bin Laden

Pemimpin Libia, Moammar Khadafy, juga memperingatkan Sudan supaya tidak menjadi ”Somalia yang lain”. Ketegangan telah meningkat di Sudan karena bentrokan sektarian.

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, yang hadir pada hari pertama KTT Uni Afrika, memberikan penekanan khusus pada nasib rakyat Sudan. ”PBB memiliki tanggung jawab yang besar dengan Uni Afrika untuk menjaga perdamaian di Sudan dan menciptakan kesatuan yang menarik. Tahun ini akan sangat penting bagi Sudan yang ditandai pemilihan dalam tiga bulan dan referendum dalam satu tahun,” kata Ban Ki-Moon, Minggu.

Kelompok garis keras Somalia, Shebab, mendeklarasikan dirinya bergabung dengan Al Qaeda dalam pertemuan di pusat kota Baidoa, Senin. Dalam pertemuan itu juga dilaporkan, sebuah kelompok kecil, yakni Ras Kamboni, sudah menyatakan kesediaan beraliansi dengan Shebab. Semua pihak yang hadir sepakat berjuang mendirikan sebuah negara Islam yang otonom.

Fuad Mohamed Shangole, salah satu pemimpin Shebab, menegaskan, jihad diputuskan sebagai perjuangan di wilayah timur dan tanduk Afrika. Jihad berperan sebagai perjuangan global, seperti diinginkan Osama bin Laden. Pemimpin umum Shebab, Mohamed Abdi Godane alias Abu Zubair, menyatakan setia kepada Osama bin Laden. (AFP/CAL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau