Mega-Akbar akan Ngomongin SBY-Boediono

Kompas.com - 03/02/2010, 11:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Hari Rabu (3/2/2010) siang ini, menurut rencana, Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dijadwalkan akan menghadiri diskusi bertajuk "Menakar 100 Hari Pemerintahan SBY-Boediono, sekitar pukul 12.30 di Megawati Institute.

Selain Megawati, dalam diskusi nanti juga akan hadir politisi senior Akbar Tandjung, ekonom Hendri Saparini, pakar hukum Refly Harun, dan pengamat politik Yudi Latif (pengamat politik).
Angka 100 hari realiasasi janji-janji kampanye ini menjadi persoalan penting untuk dicermati oleh masyarakat luas. Hal ini  karena pasangan Presiden dan Wakil Presiden ini secara sadar menggunakan pola batas waktu 100 hari untuk merealisasi janji-janji politiknya pada saat kampanye lalu," kata Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Infokom, Daryatmo, dalam pernyataan tertulisnya, Rabu pagi ini.

Dikatakan, setelah pemerintahan berjalan 100 hari, maka presiden dan wakil presiden  harus bersedia diukur dan dinilai publik. Janji kampanye capres dan cawapres, setelah terpilih, katanya lagi, jelas menjadi hutang politik yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik luas.

"Hal ini merupakan keharusan sekaligus bagian dari pendidikan politik di masyarakat, sejalan dengan perkembangan demokrasi di tanah air. Hendaknya jangan alergi dengan tuntutan, kesadaran rakyat yang timbul melalui gerakan-gerakannya dalam menilai kinerja pemerintahan ini dalam 100 hari," ungkapnya lagi.

Pemerintah, Daryatmo menegaskan,  secara sadar sudah menggunakan pola batas waktu tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau