Akbar Bantah Gabung ke Nasional Demokrat

Kompas.com - 03/02/2010, 17:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kehadiran Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, dalam deklarasi organisasi masyarakat Nasional Demokrat menjadi pertanyaan. Akbar diduga menyeberang ke organisasi bentukan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Surya Paloh itu.

Namun, politisi senior ini secara tegas membantah rumor bahwa ia bergabung dengan Nasional Demokrat (ND). "Tidak. Saya hanya diundang untuk menghadiri acara deklarasi," kata Akbar seusai mengikuti sebuah acara diskusi di Megawati Institute, Jalan Proklamasi, Jakarta Pusat, Rabu (3/2/2010).

Ia mengatakan hanya ingin tahu siapa saja tokoh-tokoh di balik ND itu, apalagi sebelumnya ia mendengar kabar banyak orang Golkar yang bergabung di ormas dengan dominasi warna biru itu. "Dan dari tokoh Golkar ternyata juga cukup banyak," ungkapnya.

Lalu bagaimana jika nantinya Bang Akbar benar-benar diajak bergabung dengan ND? "Oo tidak. Apa pun juga saya tetap di Golkar, dan itu sudah saya buktikan. Bertahun-tahun saya bertahan di Golkar," ucapnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau