Wah, Voting Komodo Anjlok di Posisi 14

Kompas.com - 04/02/2010, 13:47 WIB

KUPANG, KOMPAS.com — Hasil voting terhadap binatang komodo sebagai salah satu keajaiban dunia anjlok dari posisi tujuh besar per Januari 2009-Januari 2010 menjadi 14 besar per Februari 2010. Artinya, promosi komodo melalui internet oleh bangsa Indonesia dan masyarakat ASEAN menurun.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Nusa Tenggara Timur Ans Takalapeta di Kupang, Kamis (4/2/2010), mengatakan, sangat disayangkan masyarakat Indonesia yang tersebar di 32 provinsi dan masyarakat ASEAN tidak memberikan dukungan maksimal terhadap komodo sebagai salah satu dari tujuh keajaiban dunia.

"Posisi kita dalam voting yang tadinya berada pada 1-7 keajaiban dunia sekarang 1-14 keajaiban dunia. Artinya, dukungan terhadap komodo menurun. Jika semua warga Indoenesia dan ASEAN masing-masing memberi voting lewat internet, posisi kita pasti terangkat, bukan anjlok," kata Takalapeta.

Jika komodo masuk nominasi tujuh keajaiban dunia yang diputuskan Desember 2011, Nusa Tenggara Timur akan menjadi New Tourism Teritory (NTT). Ayo, kesempatan masih terbuka. Mari bangsa Indonesia dan ASEAN mempertahankan keunikan yang mendunia ini, ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau