Pansus Gelar Rapat Konsultasi dengan KPK

Kompas.com - 04/02/2010, 16:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pansus Angket Kasus Bank Century menunda melanjutkan pemutaran rekaman rapat BI-KSSK dan menggelar rapat konsultasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (4/2/2010) sore di Gedung DPR, Jakarta.

Rapat konsultasi dimulai pukul 16.30 dengan dihadiri lengkap oleh lima pimpinan KPK. Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean bersama empat wakil ketua, Haryono Umar, Bibit Samad Rianto, Chandra M Hamzah, dan M Jasin, memasuki ruangan dan langsung menduduki kursi narasumber.

Rapat konsultasi dipimpin Wakil Ketua Pansus Mahfudz Siddiq. Mahfudz mengatakan, rapat konsultasi ini memang khusus digelar karena dalam rapat konsultasi gabungan pekan lalu, KPK tidak hadir.

"Rapat konsultasi diadakan karena dua hal. Pertama, Pansus menerima surat dari KPK berkaitan dengan KPK tengah memeriksa dugaan kasus korupsi terkait dana Bank Century dan penggunaan dana LPS untuk Bank Century. KPK meminta mendapatkan rekaman-rekaman sidang panitia angket," kata Mahfudz.

Alasan kedua, KPK yang juga melakukan penyelidikan dan pemeriksaan para saksi atas kasus Bank Century.

"Sehingga penting dua lembaga ini komunikasi karena menangani kasus yang sama. DPR dari aspek politik, KPK dari aspek hukum. Mungkin saja output Pansus ada yang bisa ditindaklanjuti secara hukum oleh KPK," ujar Mahfudz.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau