KOMPAS.com — Apa yang bisa menjadi "doping" ketika seorang pemain atau sebuah tim bertemu tim lain? Balas dendam! Tentu ini masih dalam pagar sportivitas. Balas dendam menjadi penambah motivasi bertanding seorang pemain sepak bola, membuat dia bisa tampil melebihi kemampuan sebenarnya.
Adalah Carlos Tevez yang menyimpan dendam membara ketika akan menghadapi bekas klubnya, Manchester United. Bara itu pun meletup menjadi api ketika dia sukses mencetak dua gol pada laga pertama semifinal Piala Carling (19/1/2010). Manchester City pun menaklukkan "Setan Merah" (2-1).
Letupan api Tevez kontan membakar seisi Stadion City of Manchester, apalagi Tevez "mengguyur bensin" dengan selebrasi golnya yang provokatif. Seusai mencetak gol pertama, striker Argentina ini lari ke arah pemain cadangan MU sambil melakukan bahasa tubuh provokatif terhadap Gary Neville. Bahasa tubuh Tevez kontan dibalas Gary dengan mengacungkan jari tengahnya. Weleh weleh.
Usut punya usut, selebrasi gol provokatif Tevez dipicu oleh komentar Gary sebelum pertandingan. Kapten "Red Devils" itu berbicara kepada media bahwa Tevez tidak pantas dihargai hingga 25 juta pounds. Tevez yang panas mendengar ucapan Gary membalasnya dengan bahasa tubuh yang bisa berarti "tutup mulutmu" saat bertanding.
"Selebrasi golku ditujukan langsung kepada Gary Neville," ungkap Tevez seperti dikutip Guardian. "Dia benar-benar seorang penjilat. Ketika dia mengatakan aku tidak pantas bernilai 25 juta pounds, itu hanya menjilat manajer. Aku tidak tahu apa alasan dia berbicara seperti itu. Aku tidak pernah berbicara apa pun tentang dia," ungkapnya.
Sepanjang empat tahun berada di Inggris, Tevez jarang berbicara ke media. Salah satu sebabnya adalah kemampuan bahasa Inggris Tevez belum memadai. Namun, dia berbicara banyak saat berada di lapangan.
Musim lalu ketika masih berkostum "Setan Merah", Tevez selalu tampil maksimal ketika diturunkan Sir Alex Ferguson. Bahkan ketika kontraknya tak kunjung mendapat kepastian, Tevez tetap tampil maksimal dengan mencetak sejumlah gol. Sayang, Tevez yang sudah berusaha tampil maksimal di Old Trafford akhirnya malah merasa sakit hati ketika kemampuannya dinilai tidak sebanding dengan banderol yang ditawarkan.
"Kamu harus 'banyak bicara' ketika berada di atas lapangan. Aku tidak banyak bicara selama di Inggris, terutama karena masalah bahasa. Aku tidak ingin terlibat dalam konflik. Thank God, aku punya kesempatan untuk melakukan balas dendam saat bersama City," imbuh dia.
City bukan yang terakhir
Tevez sejatinya bukan sosok yang pendiam. Dia memilih untuk lebih banyak bicara di atas lapangan. Kepindahannya ke Manchester City dianggap suporter MU karena lebih mementingkan uang. Maklum, City berani membayar gaji yang lebih tinggi dibanding yang pernah diberikan MU.
Toh, Tevez tak sekadar ingin dibayar tinggi. Bayaran besar yang diterimanya dibalas dengan penampilan apik pada setiap pertandingan.
Sejauh ini, Tevez menjadi striker paling produktif di City. Padahal, masa bergabungnya baru beberapa bulan saja. Hingga 21 laga yang telah dilalui, Tevez sudah mencetak 12 gol, terpaut 8 gol dari top skor sementara, Wayne Rooney.
Stabilnya performa Tevez tak lepas dari kebahagiaan yang dirasakannya sejak pindah ke City of Manchester akhir musim lalu. Bersama City, Tevez bisa merasakan suasana kekeluargaan yang bagi dia lebih baik dibanding saat berada di Old Trafford.
"Kami seperti keluarga. Carlos Tevez adalah milik dan menjadi bagian dari keluarga besar Man City. Hal itulah yang mendukungnya untuk tampil apik karena semua bahagia melihat dia tampil apik," ucap rekan satu tim, Vincent Kompany.
Tevez merasa lebih bahagia saat ini. Namun bukan berarti dia akan menetap di City of Manchester hingga tiba waktunya untuk pensiun.
"Ketika kecil, aku tidak pernah membayangkan bisa tinggal di Inggris selama empat tahun terakhir. Namun faktanya berat bagiku untuk menetap di sini. Aku tidak sering keluar rumah saat senggang. Aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama putriku. Dia pernah memberiku kostum Boca Juniors dan dia ingin aku balik ke Boca. Aku memang penggemar Boca dan aku tahu akan kembali satu hari nanti. Entah kapan," ungkap Tevez. (ADWI/Soccer)
Carlos Tevez
Nama lengkap: Carlos Alberto Tevez
Lahir: Ciudadela, Buenos Aires (Argentina), 5 Februari 1984
Tinggi/berat: 173cm/77 kg
Posisi: Striker
Nomor kostum: 32 (Manchester City)
Debut Premier: League: 10 September 2006, West Ham 1-1 Aston Villa
Debut timnas: 30 Maret 2004, Argentina 1-0 Ekuador
Karier klub
2001-2004 Boca Juniors (75 main/26 gol)
2004-2006 Corinthians (47 main/31 gol)
2006-2007 West Ham United (26 main/7 gol)
2007-2009 Manchester United (63 main/19 gol)
2009-... Manchester City (20 main/12 gol)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang