Penangkapan Fonseka Bisa Perburuk Situasi Sri Lanka

Kompas.com - 09/02/2010, 03:28 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Penangkapan calon presiden Sri Lanka yang kalah, Gardihewa Sarath Chandralal Fonseka menuai keprihatinan. Negeri "Paman Sam" menyebut, penangkapan itu justru bisa memperburuk situasi pemulihan pascaperang di masa lalu.

"Kami mengikuti situasi dari dekat dan kami memiliki keprihatinan bahwa tindakan apa pun berada di Sri Lanka harus diambil sesuai dengan hukum," kata juru bicara Departemen Luar Negeri, Philip Crowley kepada AFP.

"Ada kebutuhan yang sangat besar bagi pemerintah Sri Lanka untuk bekerja mengatasi keretakan yang ada di dalam masyarakat," katanya.

"Mereka harus sangat berhati-hati, setiap tindakan yang diperlukan harus dirancang untuk menyembuhkan perpecahan dalam masyarakat Sri Lanka, bukan malah menambah berat kondisi di sana," katanya.

Seperti diwartakan, pada Senin kemarin, pasukan keamanan menahan Sarath Fonseka, mantan panglima militer yang kalah dalam pemilihan presiden dua minggu lalu. Media pemerintah mengatakan ia dikenai tuduhan pelanggaran militer, namun tidak jelas.

Pemilihan presiden 26 Januari lalu adalah pemilihan nasional pertama di Sri lanka sejak pemerintah mengalahkan pasukan pemberontak Macan Tamil. Ini mengakhiri konflik berdarah 37 tahun pemberontakan etnis yang terpanjang di Asia tersebut.

Crowley mengatakan, apa pun tindakan yang diambil pemerintah hendaknya tidak berdampak bagi kondisi demokrasi di negara itu mendatang. Ia menilai tindakan yang diambil kelompok berkuasa tidak lazim, apalagi setelah pemilu selesai digelar.

Seorang pejabat lain sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa para diplomat AS yang bekerja di balik layar meminta Presiden Mahinda Rajapakse agar berhati-hati dalam menghadapi oposisi.

Seperri diketahui, Rajapakse dan Fonseka bersaing dalam pemilu sebagai orang yang mengalahkan Macan Tamil. Fonseka juga menikmati dukungan dari beberapa kelompok Tamil yang berharap jika lolos, ia bisa memberi kebijakan yang lebih bersahabat untuk kelompok minoritas.

Pemerintah Barat mengatakan mereka menemukan pemilu itu kredibel, meskipun Fonseka bersumpah untuk menentang hasil itu lewat Mahkamah Agung.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau