KOLOMBO, KOMPAS.com — Anoma Fonseka, istri mantan panglima militer Sri Lanka, Sarath Fonseka, Selasa (9/2/2010), menuduh pemerintah menculik dan memperlakukan suaminya seperti seekor binatang, menyusul penahanan dramatis terhadap mantan panglima itu.
"Ini bukan penahanan. Ini adalah suatu penculikan," kata Anoma Fonseka sambil mencucurkan air mata kepada pers di rumahnya di Kolombo.
Fonseka, yang kalah dalam persaingan dalam pemilihan presiden 26 Januari, ditahan oleh polisi militer pada Senin malam. Polisi militer menyerbu kantor aliansi oposisi yang mendukung pencalonannya.
Anoma Fonseka menyatakan keberatan, suaminya yang berumur 59 tahun itu ditarik dan diperlakukan seperti seekor binatang oleh tentara.
"Saya tak tahu di mana dia kini. Saya juga tak tahu bagaimana kondisinya. Dia memerlukan pengobatan secara rutin," katanya.
"Kami tahu, pemerintah akan berusaha untuk menahan suami saya. Namun, kami tak pernah berpikir mereka akan memperlakukannya seperti itu," katanya.
"Beginikah terima kasih kepada seorang jenderal yang telah menghabisi terorisme?" ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang