Kalau Macet Jangan Salahkan Kami Dong...

Kompas.com - 10/02/2010, 13:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak dapat dimungkiri, ramainya pengunjung Pasar Gembrong di kawasan Cipinang, Jakarta Timur, berbanding lurus dengan kemacetan di ruas Jalan Basuki Rachmat atau terusan Casablanca dari arah Kampung Melayu ke arah Pondok Kopi. Pasalnya, kios-kios penjual mainan langsung berada di bibir jalan dari Jalan DI Panjaitan dari arah Cawang dan kemudian menyatu di Jalan Basuki Rachmat.

Pengunjung yang datang kebanyakan memarkir mobil atau motornya di pinggir jalan. Tentu saja itu membuat lalu lintas tersendat, apalagi di jam-jam pulang kantor pada sore hari karena mobil dan motor yang diparkir jumlahnya mencapai puluhan.

Alex, salah satu pemilik kios mainan dan voucher handphone di kawasan itu, mengaku memang pasar selalu ramai dari pagi hari menjelang sore. Pada pagi hari, biasanya pedagang mainan dari berbagai daerah, baik grosiran kecil maupun eceran, datang membeli mainan untuk dijual kembali. Sementara siang menjelang sore hari, biasanya masyarakat yang memenuhi pasar dengan panjang sekitar 1 kilometer itu. "Ya, tetap ramai sepanjang hari," tuturnya, Rabu (10/2/2010).

Mereka yang datang ke pasar itu pun diakuinya memang membawa kendaraan untuk mengangkut mainan atau aksesori lain yang dibelinya. Kendaraan diparkir di depan kios-kios yang berbatasan langsung dengan Jalan Basuki Rachmat. Tak ayal memang membuat jalanan menjadi macet.

Sementara itu, salah satu tukang parkir di kawasan tersebut, sebut saja Mamad, enggan berkomentar soal parkir yang menimbulkan kemacetan. "Pasti mau wawancara soal kemacetan, ya? Saya sudah males diwawancarai, Mbak. Ya, kalau macet, jangan salahkan kami dong," tuturnya kesal.

Mamad menegaskan, wilayah parkir yang dibawahinya bukanlah parkiran liar. Ada restribusi resmi, ujarnya. Mamad juga menekankan pada seragam parkir berwarna biru yang dikenakannya. Di lengan kanannya tertera lambang pemerintah daerah. Namun, ketika ditanyakan siapa yang memberi izin, Mamad enggan menyebutkan. "Saya pernah diwawancarai sama stasiun televisi, beritanya jadi jelek-jelekin. Parkiran liarlah, apalah. Saya sudah kapok, kalau ada yang nanya saya bilang aja, cari aja berita sendiri. Ini pasti ada izinnya dong. Tanya saja sama yang atas-atasnya saya. Jangan sama saya," ujarnya lagi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau