JAKARTA, KOMPAS.com — Inovasi baru dihadirkan Lenovo pada netbook terbarunya, IdeaPad S10-3t. Bentuknya tablet sehingga layarnya yang berukuran 10,1 inci itu bisa diputar-putar sampai 180 derajat, dan dilipat seperti layaknya sebuah tablet PC. Oleh karena itu, namanya memiliki akhiran "t" yang berarti tablet.
"Ini seperti tablet PC tapi versi netbook," kata Cung Cien selaku Product & Business Development Manager Lenovo Indonesia dalam acara preview di kantornya di Jakarta Rabu (10/2/2010) siang. Layaknya sebuah tablet PC, IdeaPad S10-3t bisa dioperasikan dengan sentuhan jari-jemari tangan. Tidak perlu pakai stylus, yang memang tidak tersedia pada netbook berketebalan 15 mm dengan prosesor Intel Atom N450 1,66GHz ini.
Orientasi layar saat menjadi tablet bisa dipilih antara vertikal dan horizontal. Tampilan di layar akan mengikuti orientasi tersebut. Namun, orientasi tidak otomatis berpindah dari vertikal ke horizontal jika Anda mengubah posisi layarnya. Anda harus mengaturnya sendiri dengan menekan tombol di pinggir bingkai layar.
Netbook tablet ini datang dengan satu aplikasi khas yang disebut Natural Touch Panel. Menurut Cung Cien, aplikasi ini merupakan aplikasi layar yang mempermudah penggunanya melakukan touch karena menghadirkan shortcut beberapa aplikasi, yaitu Photo Viewer, Music Player, eBook reader, Notes, Application Launcher, dan Touch to Draw. Pengguna tinggal menyapukan jemarinya ke atas layar untuk berpindah di antara ikon-ikon shortcut tersebut. Untuk mengaktifkan salah satu aplikasi, ia cukup mengetukkan jemari di atas ikon tadi.
"Natural Touch Panel berguna bagi mereka yang tadinya masih terbiasa pakai mouse dan keyboard," kata Cung Cien.
Selain aplikasi Natural Touch Panel, S10-3t juga dilengkapi dengan beberapa aplikasi khas Lenovo. Ini antara lain adalah Veri Touch yang memungkinkan verifikasi login dilakukan melalui sentuhan jemari, bukan melalui pengenalan wajah atau pengetikan password.
"Ada dua model verifikasinya, yang pertama untuk login ke Windows. Di layar ada gambar puzzle (yang harus disusun). Bila gambarnya cocok, maka baru kita bisa masuk. Ini juga bisa untuk buka aplikasi, disentuh, akan muncul kotak di tengah. Di sana ada gambar-gambar. Kita tinggal meniru gambar tersebut dengan jari kita untuk melakukan logout, restart, atau masuk ke moda sleep," urai Cung Cien.
Aplikasi lain yang juga menarik adalah DirectShare Synchronization yang berguna untuk mensinkronkan file antar-netbook Lenovo yang berteknologi DirectShare. "Yang ini direct share via Wi-Fi bisa sinkronisasi file multimedia dengan PC lain. Tapi tidak bisa mengubah file di komputer lain," papar Cung Cien.
Bila fitur ini diaktifkan, netbook akan otomatis mendeteksi netbook lain yang DirectShare-nya juga aktif. Kita tinggal mengeklik satu kali untuk melakukan koneksi, dan klik satu kali lagi untuk melakukan sinkronisasi. File atau folder yang akan disinkronisasi bisa diatur sendiri dari menu. Namun secara default, folder My Documents akan di-share.
Sayangnya, hanya netbook baru yang dilengkapi DirectShare Sync ini. "Untuk model lama, seperti S10-2 dan S10, tidak dibuatkan programnya," kata Cung Cien.
Fitur khas Lenovo lain yang disertakan di netbook tablet ini adalah proteksi harddisk terhadap guncangan, yakni Active Protection System (APS). Proteksi APS ini diturunkan dari versi notebook Lenovo ThinkPad. Ketika terdeteksi ada guncangan, piringan harddisk akan diparkir sehingga data tidak terkorupsi. Penulisan atau akses data ke harddisk akan dilanjutkan begitu harddisk sudah stabil kembali.
Secara desain, S10-3t cukup menarik perhatian. Cangkangnya hitam mengilap dengan corak hujan. Panel keyboard berwarna putih, kontras dengan cangkang tadi. Di bawah panel keyboard terdapat alas sentuh yang ukurannya tidak sebesar biasanya. Namun, tombol mouse di bagian bawah alas sentuh itu tidak tampak. "Tombol itu sudah menyatu di touchpad," kata Cung Cien.
Dari fasilitas, S10-3t tak beda dengan netbook biasa. Tersedia dua port USB 2.0, 6-in-1 card reader, port VGA, port RJ-45, jack mic, jack stereo headphone/mic dan webcam 1,3 megapiksel, serta fitur Wi-Fi (802.11 b/g/n), Bluetooth 2.1, dan WWAN. Jeroan standarnya terdiri dari RAM DDR2 1GB yang bisa ditambah sampai 2GB, harddisk 250 GB dengan pilihan upgrade ke 320 GB, dan grafis terintegrasi Intel GMA 3150. Untuk sistem operasi, Windows 7 Starter Edition sudah terpasang.
Di Tanah Air, Lenovo IdeaPad S10-3t ini akan dilengkapi dengan baterai 4-cell yang menurut Cung Cien mampu bertahan 4 jam. Berbekal baterai ini, bobot S10-3t berada di kisaran 1,25 kg. Sebenarnya juga tersedia baterai 8-cell yang bisa bertahan 10 jam. Namun, menurut Cung Cien, versi ini tidak akan dibawa ke Indonesia karena bentuknya yang besar membuatnya menonjol saat dipasang. "Padahal, tablet kan harusnya ramping." Selain itu, baterai 8-cell akan membuat bobot S10-3t naik menjadi 1,5 kg.
Jadi, kapan netbook tablet yang dibanderol 599 dollar AS ini bisa dibeli? "Bulan Februari ini juga. Harganya nanti akan dirupiahkan," kata Cung Cien.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang