Vonis Antasari, Masyarakat Adu Tebak

Kompas.com - 11/02/2010, 14:25 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Beragam sikap di masyarakat, terutama warga Kota Semarang, Kamis (11/2/2010), dalam menyikapi sidang pembacaan vonis terdakwa mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi,Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Warga yang menonton proses jalannya persidangan hingga pukul 13.00 melalui televisi terbagi dalam tiga dugaan vonis majelis hakim.

Vonis pertama, terdakwa Antasari tetap dijatuhi hukuman mati, majelis hakim menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup, dan pilihan ketiga ada warga yang yakin Antasari bakal dibebaskan dari hukuman oleh majelis hakim.

"Kalau sampai terdakwa Antasari Azhar divonis bebas, saya tidak sungkan untuk syukuran menyembelih ayam," kata Mustangin, warga Semarang Utara, yang nimbrung nonton proses persidangan terdakwa Antasari Azhar melalui layar televisi di Fraksi Partai Persatuan Pembangunan di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Tengah di Jalan Pahlawan, Semarang. Saat itu tak kurang 10 orang beramai-ramai menonton proses persidangan Antasari Azhar di ruang fraksi yang sempit.

Rekan lainnya, Budiono, menimpali, kalau dua terdakwa lainnya, yakni Wiliardi Wizar divonis 12 tahun penjara dan Sigid Haryo Wibisono kena 15 tahun penjara, terdakwa Antasari kemungkinan lebih tinggi, yaitu seumur hidup. Pasalnya, selama proses persidangan, tampak sekali tim jaksa penuntut umum gagal meyakinkan majelis untuk membuktikan dakwaannya.

Sementara itu, aktivis partai politik muda, Nurhadi, malah yakin majelis hakim akan menjatuhkan vonis hukuman mati sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum. Pasalnya, kalau Wiliardi dan Sigid Haryo yang sudah divonis hukuman penjara tentunya keduanya terbukti sebagai pihak eksekutor. Terdakwa Antasari yang selama ini diketahui sebagai inisiator tentunya juga kena hukuman berat pula.

Meski dalam memperkirakan hasil akhir vonis majelis hakim dalam persidangan terdakwa Antasari Azhar bisa saling berbeda, mereka menonton proses persidangan melalui layar televisi itu tetap santai dan rukun saja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau