Pansus Lacak "Sopir Taksi" Penerima Miliaran Dana Century

Kompas.com - 11/02/2010, 15:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim investigasi Pansus Angket Kasus Bank Century akan melakukan penelusuran terhadap seorang sopir taksi yang masuk dalam daftar penerima dana talangan Century sebesar Rp 200 miliar.

Menurut catatan Pansus, sang sopir taksi bertempat tinggal di Ciputat, Tangerang. Pelacakan terhadap keberadaan sopir taksi tersebut menjadi salah satu agenda tim yang akan melakukan investigasi di Jakarta pada Sabtu (13/2/2010) mendatang.

"Kami akan mencari alamat nasabah Bank Century di Ciputat yang mendapat uang miliaran. Alamatnya saat ini sedang dicari. Kalau alamatnya ketemu, kami akan mengunjungi dan melakukan investigasi," kata Ketua Tim Investigasi Jakarta, Idrus Marham, dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/2/2010).

Jika berhasil menemui sopir taksi tersebut, Pansus akan mengorek keterangan mengenai uang yang diterimanya. Sebab, berkembang dugaan, sejumlah deposan besar Bank Century memecah rekeningnya dengan jumlah di bawah Rp 2 miliar untuk mendapatkan penjaminan dengan cara memalsukan identitas nasabah.

Besok, Tim Investigasi Jakarta juga akan melakukan rekonstruksi terhadap sejumlah rapat penting menjelang keputusan bail out. Di Bank Indonesia akan dilakukan rekonstruksi rapat pada tanggal 14 November 2008, di mana keputusan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century diputuskan.

"Kami berharap ada penjelasan kronologi rapat tersebut," ujar Idrus yang juga menjabat Ketua Pansus. Rekonstruksi rencananya juga akan dilakukan terhadap jalannya rapat Dewan Gubernur BI tanggal 20 November 2008 saat penetapan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau