JAKARTA, KOMPAS.com — Tim investigasi Pansus Angket Kasus Bank Century akan melakukan penelusuran terhadap seorang sopir taksi yang masuk dalam daftar penerima dana talangan Century sebesar Rp 200 miliar.
Menurut catatan Pansus, sang sopir taksi bertempat tinggal di Ciputat, Tangerang. Pelacakan terhadap keberadaan sopir taksi tersebut menjadi salah satu agenda tim yang akan melakukan investigasi di Jakarta pada Sabtu (13/2/2010) mendatang.
"Kami akan mencari alamat nasabah Bank Century di Ciputat yang mendapat uang miliaran. Alamatnya saat ini sedang dicari. Kalau alamatnya ketemu, kami akan mengunjungi dan melakukan investigasi," kata Ketua Tim Investigasi Jakarta, Idrus Marham, dalam jumpa pers di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (11/2/2010).
Jika berhasil menemui sopir taksi tersebut, Pansus akan mengorek keterangan mengenai uang yang diterimanya. Sebab, berkembang dugaan, sejumlah deposan besar Bank Century memecah rekeningnya dengan jumlah di bawah Rp 2 miliar untuk mendapatkan penjaminan dengan cara memalsukan identitas nasabah.
Besok, Tim Investigasi Jakarta juga akan melakukan rekonstruksi terhadap sejumlah rapat penting menjelang keputusan bail out. Di Bank Indonesia akan dilakukan rekonstruksi rapat pada tanggal 14 November 2008, di mana keputusan pemberian fasilitas pendanaan jangka pendek (FPJP) kepada Bank Century diputuskan.
"Kami berharap ada penjelasan kronologi rapat tersebut," ujar Idrus yang juga menjabat Ketua Pansus. Rekonstruksi rencananya juga akan dilakukan terhadap jalannya rapat Dewan Gubernur BI tanggal 20 November 2008 saat penetapan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang