BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pesawat Trigana Air yang mengalami masalah pada mesinnya dan melakukan pendaratan darurat di Kampung Bone, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (11/2/2010) menjadi tontonan warga.
Ratusan masyarakat berduyun-duyun mendatangi tempat pesawat mendarat di kawasan rawa-rawa sekitar 400 meter dari perkampungan warga.
Selain ikut membantu warga para korban ada juga warga yang sibuk mengabdikan lewat kamera di telepon genggam.
Kondisi roda pesawat Trigana Air tertanam di rawa dan lantai pesawat jebol, sehingga lumpur masuk ke kabin pesawat.
Para pejabat dari Kepolisian dan TNI diantaranya Wakapolda Kalimantan Timur (Kaltim), Brigjen Pol Bachrul Effendi, Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Kaltim Kombes Pol Rudi Pranoto, Direktur Reserse dan Kriminal (Direskrim) Polda Kaltim, Kombes Pol Idris Kadir dan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta.
Jalan menuju tempat kecelakaan pesawat sekitar lima kilometer dari Jalan Sukarno Hatta, atau 45 Kilometer arah Utara dari Balikpapan.
Menurut keterangan Kasubsie Operasi Basarnas Balikpapan, Abram Benyamin Kolimon yang berada di lapangan mengatakan bahwa posisi mendaratnya pesawat adalah 00 derajat, 1.58 menit dan 38,2 detik arah Selatan serta 117 derajat, 01 menit dan 20,0 arah Timur.
"Kami dari Basarnas Balikpapan menurun 30 personil terdiri Rescrue, medis dan operasional," kata Abram.
Basarnas datang ke lokasi beberapa saat sesudah pesawat mendarat darurat, setelah diberitahu dari pihak Trigana.
"Kita akan mendirikan tenda untuk menunggu tim dari KNKT yang akan melakukan penyelidikan," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang