Pesawat Trigana Jadi Tontonan Gratis Warga

Kompas.com - 11/02/2010, 18:39 WIB

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Pesawat Trigana Air yang mengalami masalah pada mesinnya dan melakukan pendaratan darurat di Kampung Bone, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (11/2/2010) menjadi tontonan warga.

Ratusan masyarakat berduyun-duyun mendatangi tempat pesawat mendarat di kawasan rawa-rawa sekitar 400 meter dari perkampungan warga.

Selain ikut membantu warga para korban ada juga warga yang sibuk mengabdikan lewat kamera di telepon genggam.

Kondisi roda pesawat Trigana Air tertanam di rawa dan lantai pesawat jebol, sehingga lumpur masuk ke kabin pesawat.

Para pejabat dari Kepolisian dan TNI diantaranya Wakapolda Kalimantan Timur (Kaltim), Brigjen Pol Bachrul Effendi, Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Kaltim Kombes Pol Rudi Pranoto, Direktur Reserse dan Kriminal (Direskrim) Polda Kaltim, Kombes Pol Idris Kadir dan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kaltim, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta.

Jalan menuju tempat kecelakaan pesawat sekitar lima kilometer dari Jalan Sukarno Hatta, atau 45 Kilometer arah Utara dari Balikpapan.

Menurut keterangan Kasubsie Operasi Basarnas Balikpapan, Abram Benyamin Kolimon yang berada di lapangan mengatakan bahwa posisi mendaratnya pesawat adalah 00 derajat, 1.58 menit dan 38,2 detik arah Selatan serta 117 derajat, 01 menit dan 20,0 arah Timur.

"Kami dari Basarnas Balikpapan menurun 30 personil terdiri Rescrue, medis dan operasional," kata Abram.

Basarnas datang ke lokasi beberapa saat sesudah pesawat mendarat darurat, setelah diberitahu dari pihak Trigana.

"Kita akan mendirikan tenda untuk menunggu tim dari KNKT yang akan melakukan penyelidikan," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau