Pansus dpr aliran dana bank century

Didebat, Pemeriksaan Aliran Dana di Bali Digelar Tertutup

Kompas.com - 12/02/2010, 09:36 WIB

DENPASAR, KOMPAS.com -  Awal pertemuan Pansus Bank Century dengan Pimpinan BI Denpasar dan Bank Mutiara Denpasar, Jumat (12/2/2010) langsung diwarnai perdebatan. Perdebatan muncul setelah Pimpinan Bank Mutiara, Tan Siau Lan Ani, meminta agar pertemuan berlangsung tertutup.  

Alasan utama yang diungkapkan adalah terkait dengan kemungkinan penyebutan nama dalam rapat itu yang akan menyalahi aturan kerahasiaan bank. Beberapa anggota Pansus Bank Century sempat mendesak agar rapat tetap terbuka.  

"Kita selama ini terbuka sifatnya, tapi kenapa sekarang tertutup. Jangan sampai ini menjadi preseden buruk bagi kita semua," kata Ahmad Yani, anggota Pansus dari FPPP.

Namun, Gayus Lumbuun yang menjadi pimpinan rapat berpendapat usulan agar rapat tertutup dapat diterima. Ini semata-mata mengikuti aturan kerahasiaan perbankan. "Meskipun nanti kita bisa saja terbuka, tapi penyebutan nama dengan inisial, misalnya, malah mempersulit kita juga," kata Gayus.  

Akhirnya disepakati, rapat akan digelar dalam dua sesi. Sesi pertama yang akan membahas fungsi pengawasan BI akan digelar terbuka dan bebas diliput pers. Sementara sesi kedua yang meneliti aliran dana Bank Century akan digelar tertutup.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau