"Serbet Cinta Raksasa" untuk PRT

Kompas.com - 14/02/2010, 11:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam rangka memperingati hari pekerja rumah tangga (PRT) yang jatuh pada 15 Februari 2010 besok, puluhan pekerja rumah tangga yang tergabung dalam Jaringan Nasional Advokasi Pekerja Rumah Tangga (JALA PRT) menggelar acara bertajuk "Serbet Cinta untuk PRT" di Taman Tugu Proklamasi, Jakarta, Minggu (14/2/2010).

"Serbet Cinta untuk PRT" merupakan aksi kampanye yang diadakan untuk membangun solidaritas, penghargaan, dan perlindungan terhadap PRT. "Dengan serbet sebagai simbol PRT, JALA PRT ingin mengampanyekan solidaritas, penghargaan, dan perlindungan terhadap PRT. Sementara tema serbet cinta sendiri sengaja kami kaitkan dengan hari kasih sayang 14 Februari ini, semoga dapat sekaligus membangun cinta dan kepedulian masyarakat terhadap PRT," papar Lita, salah seorang aktivis JALA PRT.

Dalam acara kampanye tersebut dilakukan pula pengumpulan 1.200 serbet, baru maupun bekas. Serbet-serbet tersebut kemudian akan dijahit secara bersama-sama oleh puluhan PRT hingga menjadi sebuah serbet raksasa.

Dalam serbet-serbet yang dikumpulkan dari berbagai wilayah di Indonesia itu, dituliskan pesan yang ditujukan kepada DPR RI dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengenai pentingnya Undang-Undang Perlindungan PRT.

Gerakan penjahitan bersama serbet raksasa ini diharapkan dapat mendesak pemerintah untuk segera mewujudkan UU Perlindungan PRT dan mendukung lahirnya Konvensi ILO terkait Perlindungan PRT.

Sebelum prosesi penjahitan serbet bersama oleh para PRT, penjahitan dibuka terlebih dahulu oleh Deputi Perlindungan Perempuan Kementerian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) Subagyo dan perwakilan ILO Peter Van Ruth.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau