Berkomentar Tanpa Menyakiti Perasaan

Kompas.com - 17/02/2010, 18:01 WIB

KOMPAS.com - Saat melihat seseorang melontarkan pendapat yang tidak ilmiah, atau teman Anda yang dandanannya memalukan, tentu mulut Anda langsung gatal ingin berkomentar. Boleh-boleh saja sih, berkomentar. Namun komentar yang keluar spontan juga perlu dikontrol supaya imej Anda terjaga. Bila tidak, ucapan yang tidak beretika bisa membuat Anda kehilangan teman atau kolega, karena mereka menjaga jarak dengan Anda.

Berkomentar juga perlu etiket, supaya Anda puas karena sudah mengeluarkan uneg-uneg, namun orang yang dikomentari juga tidak tersinggung.

Penampilan
Sebenarnya tak ada satu pun orang yang senang jika penampilannya dikomentari. Jika pun Anda ingin mengingatkan teman dekat, katakan dengan santun. Jangan katakan "Kamu bluwek amat, sih?" kepada teman sekantor. Anda seakan ingin bilang rekan Anda tidak enak dipandang. Ungkapkan dengan memberi pertanyaan seperti "Kamu ada masalah?" atau "Kamu baik-baik saja, kan?". Ini lebih baik dibandingkan menilai rekan terlihat lusuh atau lelah.

Berat badan
Ajang reuni atau kumpul bareng teman lama bisa menjadi saat yang menyenangkan sekaligus memalukan. Terutama untuk teman yang bentuk tubuhnya berubah setelah sekian tahun lamanya. Bisa jadi ia menjadi kurus, atau sebaliknya, kelebihan berat badan.

Jangan pernah mengatakan, "Wah, kamu berhasil menurunkan berat puluhan kilo, ya?". Komentar seperti ini jelas menyinggung bagi orang yang baru bertemu setelah sekian lama terpisah, meski Anda merasa dekat dengannya. Anda seakan ingin katakan betapa tubuhnya tidak menarik karena terlalu kurus.

Coba saja katakan, "Wah kamu terlihat berbeda, pangling deh". Sudah itu saja, tak perlu komentar lebih lama. Kecuali jika Anda ingin mengenal lebih jauh, jika sudah mulai akrab bolehlah dengan bertanya, "Bagaimana sih, resep menjaga tubuh?".

Usia
Persoalan umur memang sensitif bagi sebagian orang. Ketika Anda mengatakan, "Anda terlihat sempurna untuk orang seumuran Anda", lawan bicara akan menganggap Anda kasar. Maknanya penuh sindiran halus, seperti ingin mengatakan bahwa dia terlihat hebat dibandingkan orang lain di sekelilingnya yang seumuran dengannya.

Anda tidak bisa mengeneralisasi semua orang bisa menerima cara pandang Anda. Jika ingin memuji, cukup katakan "Kamu kelihatan luar biasa". Dalam percakapan pergaulan, apalagi dengan orang baru, komentar kasar hanya akan membuat imej Anda buruk.

Busana
Ketika Anda dan teman sering belanja kebutuhan pakaian bersama, perhatikan cara bicara Anda mengomentari ukuran busana. Jangan mengatakan, "Aku sih enggak akan bisa pakai baju itu". Ucapan spontan yang tak Anda sadari ini bisa bermakna kritik terhadap orang lain. Maknanya bisa diartikan orang lain bahwa busana itu buruk sekali.

Untuk menghindari suasana yang tidak menyenangkan, lebih baik katakan saja "Kamu cocok dengan busana itu", atau "Jins ketat itu cocok buat kamu". Jika Anda sudah terlanjur bicara, segera ingatkan diri Anda dan langsung katakan, "Saya memang tak akan bisa memakai celana itu karena kaki saya tak sebagus punyamu". Cara ini akan terdengar lebih manis dan tidak mengandung maksud mengkritik pedas.

Pekerjaan
Jika urusannya antara Anda, rekan kerja senior, apalagi atasan, jangan pernah melempar pekerjaan dengan katakan "Itu kan bukan tugas saya?". Jika ada yang meminta Anda melakukan pekerjaan, apa pun itu, mungkin ia butuh bantuan Anda. Jawab saja dengan lebih bijak, bahwa Anda akan mengerjakannya, namun bukan jadi prioritas karena Anda masih harus mengerjakan tanggungjawab Anda saat ini. Setelah itu bicarakan dengan atasan, apa sebenarnya batasan tanggungjawab Anda. Dengan demikian, meskipun Anda orang baru di kantor, senior tidak semudah itu melimpahkan pekerjaan.

Percakapan telepon
Seringkali saat Anda sibuk, ponsel berdering, dan Anda merasa tidak sopan jika tidak menjawabnya. Bagi sebagian orang, mematikan ponsel saat pekerjaan membludak bisa jadi mengatakan "Saya tidak ada waku sekarang ini untuk bicara". Ini jelas tidak sopan. Angkat telepon, lalu katakan bahwa Anda sedang menyelesaikan pekerjaan penting saat ini. Kemudian berikan kalimat tanya "Bolehkah saya telepon balik nanti?". Cara ini lebih baik, bukan?

Anda juga bisa men-setting ponsel Anda dengan pesan suara. Jadi Anda bisa menghubungi kembali si penelepon, karena bisa jadi telepon masuk tadi dari orang penting yang menyangkut pekerjaan Anda.

Tindakan apa pun ada etiketnya. Anda punya saran lain dalam menjaga sikap?

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau