Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Udjwalaprana Sigit menyatakan hal itu, Rabu (17/2) di Bandung. Rumah di bantaran sungai mengurangi peresapan air dan mempercepat pendangkalan sungai. ”Hal yang berbahaya, arus sungai yang deras bisa menyeret orang,” katanya.
Pelaksanaan relokasi akan dilakukan Tim Penanggulangan Banjir Baleendah dan Dayeuhkolot di bawah koordinasi BPBD Jabar. Tim akan mendata jumlah rumah, tingkat kerawanan, survei daerah relokasi, dan menyosialisasikan kepada masyarakat. ”Pelaksanaan diperkirakan sebelum akhir 2010. Yang pasti tempat relokasi tidak jauh dari tempat sekarang,” kata Sigit.
Saat meninjau lokasi banjir di Baleendah dan Dayeuhkolot, Rabu, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono berjanji mendorong percepatan solusi banjir tahunan di wilayah Baleendah dan Dayeuhkolot. Hal itu antara lain dengan membuka forum diskusi antara pemerintah pusat, pemerinyah provinsi, dan pemerintah kabupaten.
”Februari ini pembicaraan antara pemerintah pusat dan daerah akan dilakukan di Jabar melibatkan kementerian terkait, seperti Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Sosial, dan Kementerian Pekerjaan Umum,” kata Agung.
Dari Cirebon dilaporkan, tanggul Sungai Cimanuk di Blok Keman, Desa Sukawana, Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, jebol, Selasa (16/2) sekitar pukul 22.00. Luapan air sungai membanjiri sawah di sekitarnya. Akibatnya, 100 hektar tanaman padi siap panen terendam.
Di Kota dan Kabupaten Kediri, Jawa Timur, banjir mengakibatkan 10 titik tanggul jebol, dua titik plengsengan ambrol dan sebuah jembatan ambruk, Selasa sore. Sedikitnya 120 penduduk terisolasi dan lebih dari 100 hektar sawah terendam.
Luapan air Sungai Bakung, Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan, yang berarus deras mengakibatkan jembatan sepanjang 15 meter yang menghubungkan Dusun Pilangbango dengan Dusun Genengan ambruk. Warga Dusun Genengan kini terisolasi.
Tanggul jebol terjadi di Desa Jati, Kecamatan Tarokan. Menurut Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Badan Kesbanglinmas Kabupaten Kediri Sri Ilham Wahyu Jatmiko, Desa Jati merupakan tempat pertemuan tiga sungai besar, di antaranya Sungai Kolokoso dan Bakung.
Di Purwakarta, jalur kereta api (KA) antara Cikampek dan Bandung terputus selama tujuh jam akibat tanah longsor di tiga titik antara Ciganea dan Sukatani,
Lokasi longsor berada di lahan miring. Menurut Sulaiman (33), warga Desa Cijantung, longsor telah beberapa kali terjadi di lokasi itu karena tanah labil.
Kepala PT KA Daerah Operasi II Bandung Suseno menyatakan, timbunan akibat longsor di Kilometer 114+4/5 dan 112+9 selesai dibersihkan pada Selasa malam. Satu dari dua jalur di Kilometer 112+4/5 dibuka pada Rabu pukul 04.30. Kereta melintas dengan kecepatan diperlambat, 5 kilometer per jam.
Sedikitnya 12 rangkaian KA dari Bandung menuju Jakarta, Rabu, terlambat sekitar satu jam, antara lain KA Argogede, KA Parahiyangan, KA Serayu, dan KA Harina.
Sejak Selasa malam, alat berat dan ballast (kerikil) dikirim dari Padalarang sehingga perbaikan rel dapat segera dikerjakan.
Menurut pengamat KA dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Taufik Hidayat, struktur jalan rel KA antara Ciganea dan Sukatani harus diperkuat agar tidak terjadi lagi longsoran.(NIK/REK/THT/CHE/GRE/RYO)