Apa Kata Warga soal Anand Ashram?

Kompas.com - 18/02/2010, 10:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Rusman Sari (30), petugas keamanan perumahan Kompleks Sunter Mas, mengatakan, para pegawai Yayasan Anand Ashram kurang bergaul dengan warga sekitar. "Ah, boro-boro mau kerja bakti, mereka sibuk dengan kerjaannya. Mungkin setahun sekali mereka ikut kerja bakti," katanya saat ditemui, Rabu (18/2/2010).

Yayasan Anand Ashram didirikan Anand Khrishna pada tanggal 14 Januari 1991 dan terletak di Jalan Sunter Mas Barat II-E, Blok H-10/1, Sunter, Jakarta Utara. Di lokasi itu berdiri rumah berlantai dua, lengkap dengan garasi mobil. Letaknya tepat di tengah permukiman warga.

Seperti yang telah diberitakan, Anand Khrishna saat ini tersandung tuduhan pelecehan dan pencabulan yang dilaporkan ke polisi oleh bekas anggota perkumpulan meditasinya.

Menurut Rusman, warga sekitar tidak mengeluhkan kegiatan meditasi di yayasan itu. Satu-satunya masalah adalah lahan parkir yang minim. Rusman beberapa kali mendapati mobil pengunjung yayasan itu parkir di depan pintu rumah warga.

"Tempat meditasi itu tidak punya lahan parkir sendiri dan ketika malam hari, warga yang baru pulang kerja marah-marah karena terhalang mobil di pintu masuk rumahnya," kata Rusman yang telah bertugas di tempat itu selama 10 tahun. "Bayangin aja, Mas, ngatur 40 mobil yang tidak punya tempat parkir pasti ruwet," sambungnya.

Dia juga mengatakan, kegiatan Anand Ashram kebanyakan berlangsung sore dan malam hari. "Aduh, kalau siang-siang gini sepi, mas, coba Sabtu sore ramainya minta ampun," kata Rusman. "Pak Anand juga sering terlihat hari Sabtu naik mobil," ujarnya.

Dia mengatakan, ada warga yang berniat mengutarakan keresahan ke ketua rukun tetangga (RT) menyusul laporan kepada polisi tentang dugaan pelecehan dan pencabulan oleh Anand Khrisha. "Insya Allah masalah ini dilaporkan ke Pak RT dan dibahas ke rapat warga," kata penjaga keamanan itu.

Namun, di tempat lain, seorang warga, yaitu Awi (50), mengatakan, hingga saat ini tidak ada keluhan dari warga. Rumah Awi terpaut empat rumah dari bangunan yayasan tersebut. "Saya tidak ada masalah dengan kegiatan meditasi, meditasi bagus, kok, buat kesehatan," kata Awi yang tinggal di kawasan itu sejak 1986.

Ia mengaku kegiatan yayasan tidak mengganggu warga dan tidak gaduh. Ketika ditanya tentang lahan pakir, ia menjawab "Tempat parkir tidak ada masalah karena peserta selain ramah juga meminta izin terlebih dahulu ketika hendak memakirkan mobil."

Menurut Awi, yang membuka usaha percetakan di rumahnya, pada pekan-pekan terakhir keramaian yayasan berkurang. "Minggu-minggu ini sepi, Mas, tidak tahu kenapa. Mungkin masalah pelecehan itu," katanya.

Mistam, Sekretaris RT 02 RW 08, mengaku sejauh ini belum ada keluhan dari warga akan tempat meditasi itu terkait kasus pelecehan. "Warga di sini belum melaporkan apa pun. Lagi pula kasus itu, kan, terjadinya tidak di sini, tapi di tempat lain," katanya.

Mistam tidak memungkiri sepinya pengunjung ke tempat meditasi. Menurut dia, hampir tidak ada mobil yang datang. "Sudah seminggu ini sepi tidak ada kegiatannya, mungkin sudah dialihkan," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Anand Ashram Maya Safira Mukhtar mengemukakan bahwa kegiatan yayasan berjalan seperti biasa meski ada tuduhan dugaan pelecehan dan pencabulan tersebut. "Kegiatan masih berjalan seperti biasa dan peserta masih tetap jumlahnya," kata Maya yang diwawancara lewat telepon.

Maya mengemukakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan peserta meditasi agar mereka tenang. Beberapa peserta meditasi kaget dengan pengaduan tersebut. "Kok bisa, sih," kata Maya mengutip komentar seorang peserta kepadanya.

Ketika ditanya tentang sosok pelapor berinisial Tr dan Su, Maya mengatakan, Tr pernah menjadi koordinator muda-mudi di Anand Ashram. "Saya tidak ada hubungan atau kerja sama apa pun dengannya. Kalau Su itu bukan asisten saya. Dia hanya pegawai biasa," kata Maya, lalu mengakhiri wawancara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau