TOKYO, KOMPAS.com — Pemanggilan untuk perbaikan (recall) terhadap produk Toyota yang mencapai 8 juta kendaraan secara global membuat Presiden dan CEO Toyota Motor Corporation (TMC) pusing tujuh keliling. Diperkirakan, sejak 21 Januari lalu, kerugian akibat recall tersebut mencapai 31 miliar dollar AS (Rp 288 triliun). Masalahnya, Toyota hanya harus mengeluarkan ongkos kerja dan mengganti komponen iklan permintaan maaf di surat kabar Jepang pada Rabu (17/2/2010) kemarin.
Belum selesai masalahnya, ia pun diminta oleh Kongres Amerika agar hadir di negara tersebut untuk dengar pendapat tentang recall Toyota pada 24 Februari mendatang. Padahal, pria berusia 53 tahun itu kini sedang berusaha keras mengembalikan image Toyota kembali seperti dulu lagi.
Karena itu pula, Rabu kemarin, dalam suatu konferensi pers di markas Toyota, Jepang, ia menyangggah bersembunyi dari kejaran wartawan selama ini. "Saya hanya terlambat mengeluarkan pernyataan ini," tukasnya.
Perbaikan Lexus
Menurut Toyota, perbaikan terhadap Prius telah dimulai akhir minggu lalu. Ia juga sudah berbicara langsung kepada pemilik Toyota dan memastikan para mekanik di seluruh dealer-nya melakukan perbaikan dengan tepat dan cepat. "Saya juga sudah mengunjung beberapa dealer Toyota," jelasnya.
Dijelaskan, progres perbaikan Prius di Jepang sangat pesat. Dealer melaporkan siap 100 persen melakukan perbaikan. "Progres ini merupakan apresiasi dari pemilik Toyota terhadap mobilnya yang dipanggil-diperbaiki. Untuk ini saya mengucapkan terima dari hati yang terdalam," imbuhnya.
Dijelaskan pula, selain Prius, Toyota juga sudah siap memperbaiki Sai dan Lexus HS250h. "Berita pemanggilan sudah kami muat di koran hari ini (kemarin)," jelas Toyoda.
Dijelaskan pula, sejak akhir tahun lalu, Toyota telah bekerja keras mengatasi masalah yang dihadapi produknya. "Kami melakukan kampanye keselamatan di Amerika Serikat untuk merespons problem karpet lantai. Kami me-recall seluruh kendaraan yang mengalami masalah pedal gas."
Standar keamanan dan acuan teknis adalah dasar Toyota untuk melakukan recall. Pada kasus Prius, prioritas tertinggi Toyota langsung memperbaikinya.
Tes besar-besaran
"Berikut, saya ingin membicarakan akuntabilitas teknologi. Laporan terbaru di Amerika Serikat yaitu tentang sistem kontrol katup elektronik Toyota yang bermasalah. Akibatnya, sinyal elektronik dari pedal gas yang mengontrol kerja katup gas melalui komputer pada kondisi tertentu menyebabkan akselerasi mendadak.
Sistem kontrol katup gas elektronik yang digunakan Toyota, disertai dengan fitur failsafe (sistem pengaman, jika ada sensor yang terganggu, mesin masih bisa hidup pada situasi darurat) yang dihubungkan ke beberapa sensor. Dengan ini, bila terjadi kegagalan, mesin bekerja ke mode stasioner atau mati.
Juga dijelaskan, Toyota telah melakukan serangkaian tes besar-besaran di bawah pengaruh gangguan gelombang elektromagnetik, getaran, dan kondisi lainnya. Tujuannya untuk memastikan penyebab mobil berakselerasi secara tiba-tiba.
"Kami juga punya komisi independen, organisasi pihak ketiga untuk menguji sistem kontrol katup gas elektronik dan akan akan merilis penemuan tes begitu hasilnya diperoleh," jelas Toyoda
Kualitas global
Untuk mencegah recall terulang secara masif, Akio akan membentuk Komite Khusus Kualitas Global Toyota langsung di bawah pimpinannya.
Solusi lain, menaikkan standar keandalan mobil yang diproduksi Toyota, antara lain menambahkan brake-override system. Dengan cara ini, ketika pedal gas dan rem digunakan saat bersamaan, tenaga langsung turun.
"Sistem ini akan digunakan untuk semua model Toyota di seluruh dunia. Kami terus memperkukuh komitmen Toyota, peduli dengan kualitas produk dan layanan dengan semangat customer first," ujar Akio Toyoda mengakhiri pidatonya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang