Wuih... Sabu Diselundupkan Lewat Nasi Bungkus

Kompas.com - 20/02/2010, 17:01 WIB

KALIANDA, KOMPAS.com — Petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan anggota Satuan Narkoba Kepolisian Resor Lampung Selatan menggagalkan upaya penyelundupan sabu ke dalam Lapas Kelas II A Kalianda.

Ini merupakan keberhasilan terbesar di Lamsel karena jumlah sabu mencapai 6,60 gram yang dikemas dalam 11 paket kecil (ekonomi) yang dinominalkan mencapai lebih dari Rp 20 juta.

Paket sabu itu dimasukkan dalam nasi bungkus yang akan dikirim oleh Firman Hanavi (27), warga Kampung Kaum, Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kepada Ruslan alias Yovi (40), napi yang beralamat di Kampung Curup Bogor. Hari Rabu (17/2/2010) sekitar pukul 14.30, Firman datang ke LP untuk membesuk Yovi.

Karena waktu besuk sudah habis, Firman lantas menitipkan dua bungkus nasi kepada petugas. "Kiriman tersebut kami periksa, ternyata di dalam salah satu dari dua nasi bungkus itu ada dompet kecil yang berisi SS (sebutan untuk sabu)," kata Alfahrurozi, Komandan Regu 4 LP Kalianda, Jumat (19/2/2010) kemarin.

Petugas Lapas langsung menyiapkan jebakan. Kebetulan Firman masih menunggu bis arah Bakauheni di depan Lapas Kalianda. Ia dipanggil lagi dengan alasan jika Ruslan memanggilnya.

Upaya tersebut ternyata berhasil, dan Firman pun ditemukan dengan Ruslan. Dua orang yang masih memiliki hubungan keluarga tersebut kemudian dimasukkan dalam ruangan, saat itulah Firman ditangkap.

Dalam pengakuannya, Firman mengaku bahwa dia hanya kurir yang disuruh orang tak dikenal di Jakarta dengan bayaran Rp 500.000. Ia juga mengaku masih dijanjikan Rp 500.000 lagi setelah barang sampai.

Setelah itu Firman dan Ruslan ditangkap, lalu diserahkan ke Sat Narkoba berikut proses hukum dan pengembangan kasusnya. (tri)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau