LAHAT, KOMPAS.com - Sedikitnya lima titik ruas Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) penghubung Kabupaten Lahat dan Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan amblas sepanjang 10-20 meter hingga nyaris putus.
Pengamatan di lokasi jalan itu, Senin (22/2/2010) menunjukkan kerusakan telah membuat badan jalan mengalami penurunan hingga kedalaman sekitar satu meter dengan lebar rata-rata lima meter.
Akibatnya, arus lalu lintas di jalur itu sering mengalami kemacetan dan terjadi antrean panjang kendaraan roda empat hingga puluhan kilometer.
Kapolres Lahat, AKBP Iwan Yusuf Chairudin, didampingi Wakapolres Lahat, Kompol Heru Sutopo dan Kasat Lantas AKP H Hadi Suseno, mengatakan, kerusakan badan jalan terjadi hampir di sepanjang ruas Jalinsum.
Namun dia menyebutkan, ada lima titik ruas jalan itu yang kondisinya cukup parah, yaitu dua titik di Desa Sugi Waras, Kecamatan Gumay Talang, dua titik di Desa Patikal Baru, dan satu titik lainnya di Desa Patikal Lama.
"Kerusakan badan jalan mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir akibat tergerus air hujan yang membuat lapisan tanah terus terkikis, sehingga badan jalan menjadi labil dan retak-retak," ujar dia.
Iwan menjelaskan pula, hujan deras yang terus terjadi pada minggu ini mengakibatkan satu titik jalan amblas hingga merusak sebagian dari badan jalan.
Curah hujan yang diperkirakan masih cukup tinggi, dikhawatirkan bukan hanya rawan banjir tapi dapat mengakibatkan sejumlah titik jalan nyaris terputus.
"Kerusakan jalan di ruas Jalinsum ini sudah mulai terjadi sejak beberapa hari terakhir. Bahkan sudah banyak terjadi longsor-longsor kecil yang mulai mengikis badan jalan ataupun dinding penahan jalan," kata dia pula.
Saat ini, pihaknya dibantu Polsekta Gumay Talang telah menurunkan tim guna mengamankan kondisi di lapangan. Untuk mencegah kecelakaan, pihaknya telah memasang sejumlah tanda bahaya berupa bendera dan atribut lainnya.
"Sekitar 200 meter dari lokasi itu telah dipasang papan peringatan agar kendaraan yang melintas dapat lebih hati-hati," ujarnya.
Kepolisian setempat juga akan meningkatkan patroli rutin, untuk mengamankan dan mengatur arus lalu lintas saat kondisi jalan macet.
Wakil Bupati Lahat, Sukadi Duadji, mengungkapkan putusnya ruas Jalinsum tersebut murni disebabkan bencana alam.
Pihaknya bersama dengan sejumlah instansi terkait telah melakukan peninjauan di lapangan. Bahkan, Pemkab Lahat telah menurunkan bantuan alat-alat berat guna mempermudah proses evakuasi yang diperlukan.
"Namun demikian kami sendiri tidak memiliki kewenangan untuk melakukan upaya perbaikan, mengingat Jalinsum tersebut merupakan jalan milik Provinsi Sumsel," katanya.
Pemkab Lahat telah mengajukan usulan kepada pemerintah provinsi agar dapat segera memperbaiki jalan tersebut. "Kerusakan jalinsum ini praktis membuat aktivitas lalu lintas menjadi terganggu dan rawan kecelakaan," kata Sukadi lagi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang