Lelang Belum Dilakukan, Blangko Kartu Sudah Dicetak

Kompas.com - 22/02/2010, 21:56 WIB

SUKABUMI, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, masih melakukan tahapan persiapan pelelangan pengadaan logistik.

Namun ribuan lembar blangko kartu pemilih untuk Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Sukabumi yang dicetak CV Lestari sudah jadi.

Berdasarkan informasi, Senin (22/2/2010) menyebutkan, ribuan blangko kartu Pemilukada Kabupaten Sukabumi Mei 2010 sudah jadi, padahal proses lelang belum dilakukan.

Bahkan, surat perintah kerja (SPK) blangko belum dimiliki pihak percetakan tersebut.

"SPK pembuatan kartu pemilih itu belum terbit. Namun rumitnya pengerjaan kartu pemilih ini membuat KPU dan rekanan mengambil langkah cepat dengan mencetak sejumlah blangko," kata Azis, pemilik percetakan CV Lestari.

Menurut dia, setiap kartu yang dicetak harus diporporasi, sehingga membutuh waktu yang cukup lama.

Ia mengaku, hingga kini pihaknya sudah mencetak lebih kurang 70 ribu blangko kartu pemilih dan membutuhkan waktu sekitar satu pekan untuk menyelesaikan blangko tersebut.

"Mengingat lamanya proses penyelesian kartu pemilih ini, maka sangat wajar jika dilakukan langkah seperti ini," katanya.

Pelaksana Bagian Umum Sekretariat KPU Kabupaten Sukabumi Uki mengaku, pihaknya memang memilih CV Lestari untuk mengerjakan pengadaan kartu pemilih ini, sebelum SPK terbit.

"Memang kami sudah menunjuk CV Lestari. Ini untuk mengantisipasi banyaknya kegiatan yang akan kami lakukan jelang Pemilukada. Kartu pemilih ini penting segera dibuat karena sering terkendala dalam pendistribusian," katanya.

Ia menyebutkan, pagu anggaran untuk pengadaan blangko kartu pemilih ini sebesar Rp 60/lembar. Mengacu pada daftar pemilih tetap (DPT) Pilpres lalu, yaitu 1.628.643 pemilih dan ditambah dua persen, maka anggaran untuk kartu pemilih ini sekitar Rp 98 juta.

"Dengan nilai anggaran di bawah Rp 100 juta, maka proyek ini cukup dengan pemilihan langsung bukan melalui lelang," katanya.

Langkah pemilihan rekanan untuk mengerjakan kegiatan ini dilakukan KPU karena sesuai tahapan, penetapan DPT Pemilukada baru akan dilakukan pada 10 April mendatang.

"Jika baru pada saat itu ditunjuk rekanan untuk mengerjakan, maka kemungkinan pembagian kartu ke pemilih akan molor. Inilah yang kami antisipasi," katanya.

Mengenai SPK, kemungkinan terbit setelah daftar pemilih sementara (DPS) diumumkan pada Maret 2010 nanti.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau