Akbar Yakin Tidak Ada "Reshuffle"

Kompas.com - 24/02/2010, 17:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar Akbar Tandjung meyakini tidak akan ada reshuffle kabinet meskipun sebenarnya soal reshuffle itu merupakan hak prerogatif presiden.

"Partai Golkar tentunya menghormatinya (bila ada reshuffle). Kalau memang terjadi perubahan di pemerintah dan kabinet, ada indikasi politiknya. Akan tetapi, saya tidak yakin akan ada reshuffle," kata Akbar Tandjung yang tak lain mantan Ketua Umum DPP Partai Partai Golkar ini kepada para wartawan di DPR, Rabu (24/2/2010).

Akbar Tandjung secara khusus mendatangi F-PG di Gedung DPR/MPR RI, kemudian mengumpulkan anggota F-PG. Akbar enggan menjelaskan apa yang dibicarakan dalam pertemuan tertutup oleh beberapa pimpinan Fraksi Partai Golkar di DPR ini.

Akbar hanya menjelaskan, partainya sejak awal memberikan dukungan kepada Pansus dan tidak akan berubah sampai pada pandangan akhir melalui sidang Paripurna DPR, 2 Maret mendatang. Setelah munas, tegas Akbar, Golkar sudah berkomitmen untuk menyalurkan aspirasi masyarakat.

"Jadi suara Golkar ya suara rakyat sehingga tidak ada sedikit pun pretensi dari Golkar melakukan pemakzulan. Dan, Fraksi Partai Golkar selalu berkomunikasi dengan Ketua Umum Golkar," ujarnya diplomatis.

Diakuinya, Golkar akan tetap memberikan dukungan kepada pemerintah dan Presiden SBY. Koalisi, katanya lagi, sama-sama untuk membentuk dukungan kepada SBY.

"Oleh karena itu, yang dilakukan Golkar di Pansus adalah apa yang diinginkan SBY agar kasus Century bisa terungkap secara terang benderang. Dan memang, Golkar terikat kontrak politik dengan SBY. Posisi kita setara-equal, karena itu pendapat setiap fraksi tetap harus dihormati," ungkapnya.

"Bahwa, kalau pendapat itu kemudian tidak disukai oleh pihak tertentu, itu tidak masalah," tandas Akbar.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau