AS Minta Suriah Jauhi Iran

Kompas.com - 25/02/2010, 00:03 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Hillary Clinton mendesak Suriah menjauhkan diri dari Iran dan berhenti mempersenjatai Hizbullah, bekerja sama dengan Irak, dan melanjutkan perundingan damai dengan Israel.

Ini adalah untuk kali pertama Clinton begitu terang-terangan menyatakan bahwa Washington ingin mengarahkan hubungan antara Damaskus dan Teheran, yang menjadi objek diberikannya sanksi untuk menghentikan program nuklir Iran.

Berbicara kepada senator, Clinton mengatakan bahwa mereka ingin kembali bermesraan dengan Suriah dengan mengirimkan kembali duta besarnya ke Damaskus dalam lima tahun pemerintahan Barack Obama.

Clinton, menurut senator William Burns, telah mengangkat tiga diplomat di Departemen Luar Negeri. "Pembicaraan dengan Damaskus sudah sangat intens. Kami telah mengingatkan Suriah tentang perlunya peningkatan kerja sama dengan Irak, mengakhiri gangguan di Lebanon yakni dengan menghentikan pemberian senjata kepada Hizbullah," katanya.

Clinton mengatakan, Washington juga meminta Suriah menjauh dari Iran. Amerika Serikat menuduh Suriah dan Iran bekerja sama mendukung kelompok-kelompok militan di daerah, seperti Hizbullah serta kelompok radikal Palestina, Hamas.

Ini juga menuduh Suriah menutup mata terhadap kelompok militan yang melintasi perbatasan ke Irak.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau