Bonaran: Silakan Saja, Saya Tidak Takut

Kompas.com - 25/02/2010, 10:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Tim penasihat hukum Ari Muladi, yang diketuai Sugeng Teguh Santoso, akan melaporkan penasihat hukum Anggodo, Bonaran Situmeang dan Anggodo Widjojo, ke Mabes Polri. Bonaran dan Anggodo dituding telah melakukan pencemaran nama baik dan pemfitnahan.

Menanggapi hal itu, Bonaran kepada Persda Network di Mabes Polri mengungkapkan, dirinya tidak mengkhawatirkan dan menakuti langkah tersebut. "Silakan kalau mau menuntut. Saya siap. Tapi kalau tidak terbukti, saya akan menuntut balik," ujarnya, Kamis (25/2/2010).

Bonaran mengaku dirinya enggan berdebat kusir dan saling tuding dengan pihak Ari Muladi. Dikatakannya, pernyataannya dan Anggodo-lah yang benar. "Sugeng itu bertemu dengan Pak Anggodo di Hotel Formula One. Saya enggak ikut di sana. Dalam pertemuan itu dia minta uang sebesar Rp 3 milliar kepada Anggodo supaya dia dapat membuatkan sosok Yulianto agar uang sampai ke pimpinan KPK. Pak Anggodo menolak. Dia lalu menitipkan kartu namanya kepada Anggodo untuk disampaikan kepada saya. Saya disuruh nelepon dia karena dia mau ketemu," ujar Bonaran.

Selanjutnya, setelah melalui perizinan dari Anggodo, Bonaran memenuhi permintaan Sugeng tersebut. Mereka bertemu di TIS Food Court. "Dia bilang, 'Minta tolong dong, Bang, Ari Muladi sudah ditahan. Kami enggak ada uang, tolong dong'. Saya bilang, 'Berapa, Bang?', Dia bilang Rp 3 milliar. Saya seperti permintaan Anggodo menolaknya," kata Bonaran.

Sebelumnya, Ari Muladi dan Sugeng Teguh Santoso mengungkapkan bahwa Bonaran Situmeang pernah menawari keduanya uang masing-masing Rp 500 juta agar Ari mau kembali ke BAP awal, yaitu BAP tanggal 15 Juli. Dikatakan Sugeng, tawaran kepada mereka berdua dilayangkan melaluinya. Dalam klarifikasinya, baik Anggodo maupun Bonaran justru balik menuding bahwa Sugeng-lah yang meminta uang sebesar Rp 3 milliar kepada mereka di Hotel Formula One.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau