Target 200 Juta Voter untuk Komodo

Kompas.com - 25/02/2010, 15:59 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com--Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menargetkan mampu mengumpulkan sekurang-kurangnya 200 juta voter dalam ajang Vote Komodo untuk New 7 Wonders of Nature.

"Panitia New 7 Wonders sendiri menargetkan ada 1 miliar voter untuk ajang ini, jadi kita harus mendapatkan minimal 200 juta voter untuk komodo," kata Direktur Sarana Promosi Kemenbudpar, Esthy Reko Astuti, di Jakarta, Rabu.

Padahal jumlah pengguna internet aktif di Indonesia, kata Esthy, hanya sekitar 25 juta orang.

Oleh karena itu, pihaknya berencana menggencarkan promosi Vote Komodo di luar negeri seperti di China dan Jepang.

"Dua negara itu potensial karena mereka tidak memiliki destinasi yang menjadi finalis dalam pemilihan keajaiban dunia baru," katanya.

Untuk kepentingan itu, pihaknya telah mengusulkan kepada Presiden RI untuk membentuk panitia nasional pemenangan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu keajaiban dunia versi alam.

Selain itu, pihaknya sedang mengupayakan agar Indonesia dapat menjadi tuan rumah acara puncak pemilihan "new seven wonders" yang akan digelar pada 2011.

Ia mengatakan, Indonesia berkepentingan dengan acara itu mengingat salah satu destinasi kebanggaan Indonesia yakni Taman Nasional Komodo menjadi finalis "new seven wonders of nature".

Dengan menjadi tuan rumah, maka nilai tambah yang akan didapatkan Indonesia sangat besar di antaranya Indonesia akan terpromosikan secara otomatis melalui acara itu.

Pihaknya sedang terus mengupayakan hal itu melalui berbagai persiapan di antaranya pengusulan anggaran hingga memilih kota yang tepat sebagai tempat pelaksanaan.

Dalam waktu dekat, Esthy menambahkan, akan kembali menggencarkan kampanye Vote Komodo for New Seven Wonders of Nature di berbagai tempat.

Sampai saat ini komodo masih menjadi finalis 28 besar dalam keajaiban dunia baru versi alam.

Dari 28 finalis itu akan dibagi menjadi 7 kategori sehingga ada empat nominasi di masing-masing kelas.

Pesaing komodo sendiri ada beberapa di antaranya Blackforrest di Eropa dan Amazon yang berada di tiga negara yakni Argentina, Paraguay, dan Brazil.

"Kalau kita bisa dorong bersama, saya optimistis komodo bisa menang," katanya.

Ia menegaskan, sebelum vote kembali dibuka pada 2011, pihaknya akan menggiatkan kembali kampanye vote komodo kepada berbagai komunitas.

TN Komodo sebelumnya telah sukses menempati peringkat ke-9 dari 56 nominasi dalam kategori "forest, national parks, and reservation" melalui kampanye on-line "new 7 wonders of nature". Jumlah keseluruhan nominasi pada tahap dua adalah 261 dari 222 negara yang terbagi dalam 7 group.

Pada 7 Juli 2009, TN Komodo berada di posisi ke-11 besar Group E sehingga dapat mengikuti seleksi tahap final. Dengan menempati posisi itu, TN Komodo dipublikasikan oleh New Open Word Foundation sebagai salah satu nominasi keajaiban dunia alam.

New Open Word Foundation bekerja sama dengan United Nation Office for Partnership yang berpusat di Swiss kembali menggelar voting untuk menetapkan tujuh keajaiban dunia alam baru.

TN Komodo sukses masuk dalam daftar 28 kandidat terpilih sehingga berhak mengikuti seleksi tahap pemilihan finalis terakhir.

Pemilihan tujuh keajaiban alam dunia yang baru sesuai pilihan populer dari 28 kandidat terpilih akan dilanjutkan pada 2010 dan 2011. Dan 7 keajaiban alam dunia yang baru akan diumumkan secara resmi pada 2011.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau