KHARTOUM, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak Darfur, pada Kamis (25/2/2010) memerintahkan pembebasan 50 personil pemerintah Sudan menyusul ditandatanganinya perjanjian perdamaian, seorang juru bicara pemberontak mengatakan.
Tindakan itu menyusul pembebasan oleh pemerintah Rabu atas 17 petempur pemberontak Gerakan Keadilan dan Persamaan (JEM), 50 dari mereka dihukum mati karena keterlibatan mereka dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Khartoum pada 2008.
"Pemimpin pemberontak Dr Khalil Ibrahim telah memerintahkan komandan JEM untuk membebaskan 50 tawanan perang dari pemerintah Sudan," kata juru bicara Adam Hussein.
"Keputusan ini telah diambil sesuai dengan perjanjian kemauan baik (yang ditandatangani pada Februari 2009) dan perjanjian kerangka kerja yang ditandatangani Selasa di Doha," tambah Hussein.
"Hal itu juga merupakan ekspresi kemauan baik JEM serta keinginannya untuk memberikan momentum dan dinamika pada proses politik di Doha tersebut," imbuhnya.
Pemerintah Qatar telah menjadi tuan rumah pembicaraan yang diperantarai oleh negara-negara besar di dunia yang ditujukan untuk mengakhiri konflik tujuh tahun di wilayah Darfur di Sudan barat. "Komite Palang Merah Internasional telah dihubungi untuk sedikitnya membantu dalam seluruh operasi itu," kata juru bicara ICRC Saleh Dabbakeh.
Sabtu lalu, wakil pemerintah dan JEM menandatangani perjanjian kerangka kerja di Chad yang mengumumkan gencatan senjata antara kedua belah pihak. "Perang di Darfur telah usai," ujar Presiden Sudan Omar al-Bashir dalam pidato di wilayah yang dirusak perang itu Rabu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang