Pemberontak Bebaskan 50 Tawanan Pemerintah

Kompas.com - 25/02/2010, 23:41 WIB

KHARTOUM, KOMPAS.com - Kelompok pemberontak Darfur, pada Kamis (25/2/2010) memerintahkan pembebasan 50 personil pemerintah Sudan menyusul ditandatanganinya perjanjian perdamaian, seorang juru bicara pemberontak mengatakan.
   
Tindakan itu menyusul pembebasan oleh pemerintah Rabu atas 17 petempur pemberontak Gerakan Keadilan dan Persamaan (JEM), 50 dari mereka dihukum mati karena keterlibatan mereka dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Khartoum pada 2008.
   
"Pemimpin pemberontak Dr Khalil Ibrahim telah memerintahkan komandan JEM untuk membebaskan 50 tawanan perang dari pemerintah Sudan," kata juru bicara Adam Hussein.
   
"Keputusan ini telah diambil sesuai dengan perjanjian kemauan baik (yang ditandatangani pada Februari 2009) dan perjanjian kerangka kerja yang ditandatangani Selasa di Doha," tambah Hussein.
   
"Hal itu juga merupakan ekspresi kemauan baik JEM serta keinginannya untuk memberikan momentum dan dinamika pada proses politik di Doha tersebut," imbuhnya.
   
Pemerintah Qatar telah menjadi tuan rumah pembicaraan yang diperantarai oleh negara-negara besar di dunia yang ditujukan untuk mengakhiri konflik tujuh tahun di wilayah Darfur di Sudan barat. "Komite Palang Merah Internasional telah dihubungi untuk sedikitnya membantu dalam seluruh operasi itu," kata juru bicara ICRC Saleh Dabbakeh.
   
Sabtu lalu, wakil pemerintah dan JEM menandatangani perjanjian kerangka kerja di Chad yang mengumumkan gencatan senjata antara kedua belah pihak. "Perang di Darfur telah usai," ujar Presiden Sudan Omar al-Bashir dalam pidato di wilayah yang dirusak perang itu Rabu.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau