MEDAN, KOMPAS.com — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menantang warga Kota Medan, Sumatera Utara, untuk berani mendonorkan darahnya ke PMI.
Selama ini, kata Jusuf Kalla di hadapan ratusan relawan PMI Sumut di Medan, Jumat (26/2/2010), warga Kota Medan dikenal dengan sifat yang pemberani dalam segala hal. Hal itu ditunjukkan dengan semboyan "Ini Medan Bung" yang cukup dikenal dalam dunia pergaulan hingga ke daerah lain.
Namun, JK merasa heran warga kota Medan tidak berani menjadi pendonor darah yang sangat bermanfaat untuk kemanusiaan. "Orang Medan terkenal pemberani, tapi kok donor darah takut," katanya.
JK mengaku kaget ketika mengunjungi Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Medan karena tidak memiliki persediaan kantong darah. Menurut JK, bagaimana PMI Kota Medan dapat membantu jika sewaktu-waktu ada warga yang membutuhkan darah, baik disebabkan kecelakaan lalu lintas, pendarahan sewaktu melahirkan, maupun jika terjadi bencana.
"Mana mungkin harus meminta bantuan darah ke Surabaya atau Jakarta. Malu dong," kata mantan Wapres RI tersebut.
Untuk itu, JK mengimbau agar PMI Kota Medan mendekati masyarakat untuk bersedia mendonorkan darahnya, termasuk membuka UTD-UTD di berbagai pusat keramaian masyarakat.
JK mencontohkan pendirian UTD di mal, pasar, sekolah, kampus, dan rumah-rumah ibadah yang sering dikunjungi masyarakat.
Jika harus mengeluarkan biaya karena diminta pengelola mal, pihaknya mengimbau PMI Kota Medan untuk memenuhinya. "Tapi, malu dong dengan Jakarta dan Surabaya yang pengelola malnya bisa kasih gratis," katanya.
Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu juga mengimbau agar instansi pemerintah di Medan, seperti TNI, Polri, dan kantor pemerintahan, untuk turut menjadi pendonor darah.
Selaku kota besar, Medan sangat membutuhkan persediaan kantong darah yang sangat banyak karena merupakan daerah yang menjadi keberadaan rumah sakit (RS) dan pusat layanan kesehatan lainnya. "Masyarakat yang berobat ke RS di medan bukan hanya warga Medan, tapi juga daerah lain. Ada dari Binjai, Sibolga, dan lain-lain," katanya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang