JK: Orang Medan Kok Takut Donor Darah?

Kompas.com - 26/02/2010, 13:52 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menantang warga Kota Medan, Sumatera Utara, untuk berani mendonorkan darahnya ke PMI.

Selama ini, kata Jusuf Kalla di hadapan ratusan relawan PMI Sumut di Medan, Jumat (26/2/2010), warga Kota Medan dikenal dengan sifat yang pemberani dalam segala hal. Hal itu ditunjukkan dengan semboyan "Ini Medan Bung" yang cukup dikenal dalam dunia pergaulan hingga ke daerah lain.

Namun, JK merasa heran warga kota Medan tidak berani menjadi pendonor darah yang sangat bermanfaat untuk kemanusiaan. "Orang Medan terkenal pemberani, tapi kok donor darah takut," katanya.

JK mengaku kaget ketika mengunjungi Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Kota Medan karena tidak memiliki persediaan kantong darah. Menurut JK, bagaimana PMI Kota Medan dapat membantu jika sewaktu-waktu ada warga yang membutuhkan darah, baik disebabkan kecelakaan lalu lintas, pendarahan sewaktu melahirkan, maupun jika terjadi bencana.

"Mana mungkin harus meminta bantuan darah ke Surabaya atau Jakarta. Malu dong," kata mantan Wapres RI tersebut.

Untuk itu, JK mengimbau agar PMI Kota Medan mendekati masyarakat untuk bersedia mendonorkan darahnya, termasuk membuka UTD-UTD di berbagai pusat keramaian masyarakat.

JK mencontohkan pendirian UTD di mal, pasar, sekolah, kampus, dan rumah-rumah ibadah yang sering dikunjungi masyarakat.

Jika harus mengeluarkan biaya karena diminta pengelola mal, pihaknya mengimbau PMI Kota Medan untuk memenuhinya. "Tapi, malu dong dengan Jakarta dan Surabaya yang pengelola malnya bisa kasih gratis," katanya.

Mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu juga mengimbau agar instansi pemerintah di Medan, seperti TNI, Polri, dan kantor pemerintahan, untuk turut menjadi pendonor darah.

Selaku kota besar, Medan sangat membutuhkan persediaan kantong darah yang sangat banyak karena merupakan daerah yang menjadi keberadaan rumah sakit (RS) dan pusat layanan kesehatan lainnya. "Masyarakat yang berobat ke RS di medan bukan hanya warga Medan, tapi juga daerah lain. Ada dari Binjai, Sibolga, dan lain-lain," katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau