STOKE ON TRENT, KOMPAS.com - Kapten Arsenal, Cesc Fabregas mencetak gol dan assist yang membuat timnya menang 3-1 atas Stoke City, dalam duel Premier League, Sabtu (27/2/2010). Arsenal kini berada di tempat ketiga dengan 58 poin, atau hanya kalah tiga angka dari Chelsea di puncak klasemen.
Bermain di kandang lawan, Arsenal tampil dominan sejak menit awal. Sayangnya, itu tak membuat mereka mudah mencari celah menyelipkan ancaman serius ke gawang Thomas Sorensen. Lebih parah, Arsenal bahkan dibuat tertinggal oleh gol Danny Pugh di menit ketujuh.
Gol bermula dari lemparan ke dalam Rory Delap dari pinggir kiri pertahanan Arsenal langsung ke tengah kotak penalti. Bola meluncur jauh kepada Pugh yang berdiri bebas di depan tiang kanan gawang Arsenal. Tanpa kesulitan, Pugh menanduk bola masuk ke gawang Manuel Almunia, yang telat bereaksi.
Arsenal berusaha bangkit. Namun, Stoke yang sudah melambung moralnya, bermain lebih ngotot mengejar dan merebut bola. Agresivitas tuan rumah membuat Arsenal kesulitan memainkan bola kaki ke kaki dan menembus kotak penalti.
Untuk mengatasi kebuntuan, Arsenal memainkan bola-bola panjang dan tembakan jarak jauh. Namun, upaya itu selalu berhasil dipatahkan dua bek tengah Stoke, Ryan Shawcross dan Abdoulaye Faye. Sayang, upaya ini belum mampu meruntuhkan soliditas permainan Stoke.
Di tengah kebuntuan itu, Arsenal malah nyaris kembali dipermalukan lemparan ke dalam Delap, di menit ke-23. Kali ini, ia melempar bola ke tengah kotak penalti, di mana Pugh sudah siap menunggu di depan tiang kanan Arsenal. Namun, usaha Pugh kali ini terbaca oleh Song Billong dan Thomas Vermaelen yang sigap membaca bola dan mengawal pergerakan Pugh.
Arsenal mencoba memanfaatkan belum kembalinya pemain Stoke dengan melakukan sebuah serangan balik. Memanfaatkan umpan Vermaelen, Fabregas melepaskan tendangan jarak jauh ke sudut kiri bawah gawang Stoke. Bola sebetulnya melenceng, namun Sorensen yang tak mau ambil risiko, memutuskan menepis bola.
Terus mengalami kesulitan, Arsenal mencoba menyusun barisannya. Memasuki menit ke-30, mereka mulai bisa konsisten memainkan umpan pendek dan mengacak-acak barisan pertahanan Stoke di kotak penalti. Arsenal hanya membutuhkan waktu dua menit untuk melihat perubahan permainannya membuahkan gol penyama kedudukan dari kepala Nicklas Bendtner.
Gol bermula dari tendangan bebas Cesc Fabregas di sektor kiri pertahanan Stoke ke tengah kotak penalti. Dalam kawalan empat bek Stoke, Bendtner menanduk bola masuk ke sudut kiri atas gawang Sorensen.
Selanjutnya, Arsenal mampu mengendalikan permainan. Namun, seperti sebelumnya, Arsenal kesulitan menciptakan peluang, apalagi mencetak gol. Mereka pun dipaksa puas menutup babak pertama dengan skor imbang 1-1.
Memasuki babak kedua, Arsenal mengambil inisiatif serangan dan kembali mampu menggencet Stoke di lini pertahanan mereka.
Berbeda dari sebelumnya, koordinasi permainan kali ini mampu mengoyak pertahanan Stoke dan berpenetrasi. Pada menit ke-49, misalnya, Fabregas berhasil masuk kotak penalti dan mengirim umpan kepada Aaron Ramsey. Sayang, belum sempat menguasai bola dengan sempurna, Ramsey dilanggar oleh seorang pemain Stoke. Namun, wasit menyatakan tak ada pelanggaran.
Tak berapa lama, bola dikuasai Gael Clichy di luar kotak penalti Stoke. Tanpa basa-basi, Clichy melepaskan tendangan jarak jauh, tepat ke sasaran, yang sayangnya masih bisa diamankan Sorensen.
Meski gagal, usaha Clichy memberi inspirasi bagi Arsenal. Mereka pun semakin mengusahakan penciptaan peluang dari bola mati dan tendangan jarak jauh.
Hasilnya, di menit ke-59, Emmanuel Eboue nyaris membawa Arsenal unggul. Mendapat ruang tembak di luar kotak penalti, ia melepaskan tendangan ke tengah atas gawang Stoke, yang sayangnya masih bisa ditepis Sorensen.
Meski terus-terusan gagal, tekanan Arsenal tak urung membuat Stoke kelimpungan. Kepanikan itu mencapai puncaknya, ketika di menit ke-65, bek Stoke, Ryan Shawcross, melanggar Ramsey dengan keras.
Saking kerasnya pelanggaran itu, wasit Peter Walton, sampai terpaksa memberikan kartu merah kepada Shawcross dan menunda laga selama sekitar lima menit untuk memberi waktu kepada tim medis melihat keadaan Ramsey, sebelum akhirnya membawanya ke ambulan.
Keadaan Ramsey begitu buruk. Menurut komentator pertandingan, pelanggaran seperti itulah yang dua tahun membuat kaki Eduardo patah. Sejumlah pemain Arsenal menunjukkan mimik cemas dan terpukul. Shawcross sendiri tampak menyesali pelanggarannya kepada Ramsey saat berjalan keluar lapangan.
Lebih dari semuanya itu, pertandingan tetap berada dalam suasana damai. Pendukung kedua kubu memberikan semangat dan empati kepada Ramsey saat ditandu keluar lapangan.
Ketika permainan dilanjutkan, suasana tak lantas berjalan normal. Masuknya Rosicky dan Theo Walcott juga tak lantas menghangatkan pertandingan. Baru ketika laga memasuki menit ke-79, Arsenal mulai kembali menunjukkan dominasinya.
Ketika laga memasuki menit ke-85, Arsenal mendapat peluang emas untuk meninggalkan Stoke. Saat itu, Fabregas melepaskan tendangan bebas ke sudut kiri gawang Stoke. Sol Campbell yang berada di depan tiang kiri hanya perlu menjulurkan kepada atau kakinya untuk memasukkan bola. Sayang, ia terlambat bergerak, sehingga bola melenceng dan terbuang begitu saja.
Perjuangan Arsenal akhirnya harus dituntaskan dari titik penalti, menyusul handsball defender Stoke di menit ke-89. Fabregas yang dipercaya melakukan eksekusi mengirim bola masuk ke sudut kiri bawah gawang Sorensen.
Arsenal mencoba menambah gol di waktu tersisa. Di luar dugaan, sesaat sebelum peluit panjang Vermaelen mencetak gol ketiga Arsenal.
Gol bermula dari keberhasilan Fabregas menguasai bola muntah hasil tembakan Rosicky yang dimentahkan Sorensen. Fabregas kemudian mengirim bola kepada Vermaelen, yang berdiri di depan gawang Stoke dan hanya menjulurkan kaki untuk membelokkan bola masuk ke gawang Sorensen.
Seakan tak peduli waktu, Arsenal terus mencoba menambah derita gawang Stoke. Sayang, gol keempat gagal tercipta, karena wasit keburu meniusp peluit panjang. (*)
Susunan pemain:
Stoke: Sorensen; Wilkinson, Faye (Collins 60), Shawcross, Huth; Pugh, Whitehead (Lawrence 78), Whelan, Delap; Sidibe, Fuller (Tuncay 80)
Arsenal: Almunia; Clichy, Vermaelen, Campbell, Sagna; Nasri (Eduardo 84), Ramsey (Rosicky 70), Song, Eboue (Walcott 75); Fabregas; Bendtner