Ledakan Granat Seusai Penyitaan Kekayaan Shinawatra

Kompas.com - 28/02/2010, 03:56 WIB

BANGKOK, KOMPAS.com  - Sebuah granat meledak di luar kantor cabang Bank Bangkok, Sabtu (27/2/2010), namun tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, kata polisi setempat.  Insiden itu terjadi sehari setelah Mahkamah Agung Thailand menyita kekayaan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.
   
Keputusan MA menyita kekayaan Thaksin senilai 1,4 miliar dollar AS itu telah memunculkan keprihatinan soal keamanan. Akibat ledakan granat itu, sejumlah jendela dan pintu kantor cabang Bank Bangkok yang terletak di kawasan bisnis Silom itu rusak.

Namun Juru Bicara Polisi Metro Bangkok, Mayjen Piya Uthay, mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Ia mengatakan, aparat kepolisian berhasil menemukan sebuah granat yang tidak meledak di satu kantor cabang Bank Bangkok lainnya.

Menyusul lahirnya keputusan MA Thailand itu, pemerintah meningkatkan kewaspadaannya. Ratusan orang pendukung Thaksin yang berhimpun dalam gerakan "Baju Merah" sempat mengepung kantor pusat Bank Bangkok sepekan sebelum keputusan MA dikeluarkan.
   
Para demonstran mengatakan, bank itu memiliki hubungan dengan Prem Tinsulanonda. Penasehat utama raja yang juga mantan perdana menteri Thailand itu dituding para demonstran sebagai otak di balik kup militer tahun 2006 yang mengakhiri kekuasaan Thaksin.
   
Pada 14 Februari, Polisi Thailand juga berhasil menjinakkan sebuah bom di dekat gedung MA sedangkan satu granat lainnya meledak di dekat kompleks perkantoran pemerintah.  Sejauh ini, polisi belum menangkap seorang tersangka pun.
   
Thaksin dan para pendukung setianya telah bertekad melawan keputusan MA. Kelompok pro-Thaksin yang tergabung dalam "Baju Merah" telah pun merencanakan aksi demonstrasi masif namun damai di kota Bangkok pada pertengahan Maret.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau