PP 19 Tahun 2003 Masih Relevan

Kompas.com - 28/02/2010, 17:41 WIB

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Berkaitan dengan demo yang bakal digelar hari Senin (1/3/2010) Ketua APTI Temanggung, Achmad Fuad mengatakan petani akan melakukan aksi damai.

"Ini aksi damai untuk menolak RPP Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan. Kami menuntut pemerintah agar tidak menandatangani Frame Work Convention on Tobacco Control (FCTC)," katanya.

Menurut dia, PP 19 tahun 2003 masih relevan karena sudah mengatur pengamanan tembakau secara komprehensif, dari aspek kesehatan dan keberlangsungan komoditas tembakau telah diakomodasi secara lengkap dan seimbang.

"Indonesia, negara yang merdeka dan berdaulat sehingga cukup memiliki aturan atau regulasi tentang rokok dan tembakau yang sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakatnya. Tak perlu menandatangani FCTC," katanya.

Ia mengatakan, untuk mendukung aksi ini sekitar 2.500 petani tembakau Temanggung ikut berangkat ke Jakarta dengan menggunakan 50 bus.

Mereka merupakan perwakilan dari 12 kecamatan di Temanggung, Tlogomulyo, Selopampang, Tembarak, Bulu, Parakan, Kledung, Bansari, Kedu, Jumo, Ngadirejo, Candiroto, dan Tretep.

"Ada tiga titik pemberangkatan di Temanggung, yaitu Alun-Alun Temanggung, bekas Stasiun Parakan, dan Terminal Ngadirejo," katanya.

Kepala Desa Nglamuk, Kecamatan Tlogomulyo, Subakir yang berangkat bersama 175 warganya mengatakan, setiap kepala keluarga iuran Rp100 ribu untuk mendukung unjuk rasa ke Jakarta.

"Iuran dikenakan kepada setiap kepala keluarga, baik yang ikut ke Jakarta maupun tidak. Mereka secara sukarela memberikan iuran itu karena semua warga kami bergerak di bidang pertembakauan," katanya.

Ia menyebutkan, setiap RT dijatah sebanyak 20 hingga 25 orang untuk ikut demo di Jakarta.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau