TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Berkaitan dengan demo yang bakal digelar hari Senin (1/3/2010) Ketua APTI Temanggung, Achmad Fuad mengatakan petani akan melakukan aksi damai.
"Ini aksi damai untuk menolak RPP Pengamanan Produk Tembakau sebagai Zat Adiktif bagi Kesehatan. Kami menuntut pemerintah agar tidak menandatangani Frame Work Convention on Tobacco Control (FCTC)," katanya.
Menurut dia, PP 19 tahun 2003 masih relevan karena sudah mengatur pengamanan tembakau secara komprehensif, dari aspek kesehatan dan keberlangsungan komoditas tembakau telah diakomodasi secara lengkap dan seimbang.
"Indonesia, negara yang merdeka dan berdaulat sehingga cukup memiliki aturan atau regulasi tentang rokok dan tembakau yang sesuai dengan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakatnya. Tak perlu menandatangani FCTC," katanya.
Ia mengatakan, untuk mendukung aksi ini sekitar 2.500 petani tembakau Temanggung ikut berangkat ke Jakarta dengan menggunakan 50 bus.
Mereka merupakan perwakilan dari 12 kecamatan di Temanggung, Tlogomulyo, Selopampang, Tembarak, Bulu, Parakan, Kledung, Bansari, Kedu, Jumo, Ngadirejo, Candiroto, dan Tretep.
"Ada tiga titik pemberangkatan di Temanggung, yaitu Alun-Alun Temanggung, bekas Stasiun Parakan, dan Terminal Ngadirejo," katanya.
Kepala Desa Nglamuk, Kecamatan Tlogomulyo, Subakir yang berangkat bersama 175 warganya mengatakan, setiap kepala keluarga iuran Rp100 ribu untuk mendukung unjuk rasa ke Jakarta.
"Iuran dikenakan kepada setiap kepala keluarga, baik yang ikut ke Jakarta maupun tidak. Mereka secara sukarela memberikan iuran itu karena semua warga kami bergerak di bidang pertembakauan," katanya.
Ia menyebutkan, setiap RT dijatah sebanyak 20 hingga 25 orang untuk ikut demo di Jakarta.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang