JAKARTA, KOMPAS.com - Ratusan massa menggelar aksi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Rabu (24/2/2010). Massa yang berasal dari Kapak, Ampera, AMN dan sejumlah elemen mahasiswa memaksa masuk ke Gedung KPK.
Selain memaksa masuk ke Gedung KPK, massa juga melakukan aksi bakar bendera Demokrat dan sejumlah atribut bergambar SBY-Boediono, tepat di depan Gedung KPK. Namun, aksi bakar tersebut tak berlangsung lama. Seorang petugas kepolisian yang berjaga langsung memadamkam api dengan air.
Massa yang terdiri dari anak muda tersebut, berusaha menembus barikade ratusan petugas Polda Metro Jaya yang tengah berjaga. Beberapa orang demonstran juga berusaha melakukan aksi provokasi dengan melempari petugas dengan air kemasan dan sandal. Untung saja, provokasi tersebut tak memancing tindakan represif dari kepolisian.
Mereka memaksa masuk ke Gedung KPK dan membakar bendera Demokrat, karena massa menilai KPK tidak serius menangani kasus Century, sehingga KPK belum memeriksa Boediono dan Sri Mulyani. "Seharusnya, Boediono dan Sri Mulyani diperiksa. Dengan hasil Pansus Century sudah jelas-jelas mereka adalah yang harus bertanggungjawab atas skandal Century Rp 6,7 triliun. Kenapa KPK hanya diam saja," teriak koordinator aksi Laode Kamaluddin.
Karena banyaknya massa, jalur lambat Jalan Rasuna Said sempat tak bisa digunakan. Bahkan, jalur cepat pun ikut tersendat, karena banyak pengendara yang menepi melihat aksi tersebut.
Setelah menggelar aksi di depan Gedung KPK, massa bergerak menuju Gedung DPR RI Senayan Jakarta, untuk menggelar aksi yang sama. Lalulintas di depan Gedung KPK, kini kembali normal.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang