Piala dunia 2010

Rooney Dipastikan Perkuat Inggris

Kompas.com - 02/03/2010, 04:11 WIB

London, Senin - Setelah menjadi pahlawan dalam drama keberhasilan Manchester United menjuarai Piala Liga Inggris, Wayne Rooney dipastikan bisa memperkuat tim nasional Inggris saat melawan Mesir, Rabu besok. Kepastian diperoleh setelah lututnya diperiksa tim medis, Senin (1/3).

Rooney dimainkan Pelatih MU Alex Ferguson pada babak pertama final Piala Liga melawan Aston Villa menggantikan Michael Owen. Ferguson waktu itu tidak menjadikan Rooney sebagai starter karena mengetahuinya mengalami cedera lutut.

Rooney mencetak gol kedua MU pada babak kedua. Klub raksasa ini pun menang 2-1 atas Villa dan berhak atas trofi Piala Liga.

Saat itu, Rooney menyatakan, nyeri lutut mengganggunya sepanjang babak kedua. ”Saya mulai merasakan nyeri dua minggu silam. Saya merasakannya lagi dalam pertandingan tadi,” ujarnya seusai mengalahkan Villa.

Menurut Rooney, tim medis kesebelasan Inggris perlu memeriksa kondisinya dulu sebelum mengikutkannya dalam laga melawan Mesir.

Secara diplomatis, Ferguson menegaskan, wewenang memainkan Rooney dalam pertandingan persahabatan menjelang Piala Dunia 2010 melawan Mesir berada di tangan Capello. Namun, pelatih paling sukses di ajang Liga Primer itu tetap menerangkan situasi yang tengah dihadapi MU dan Rooney.

”Masih ada begitu banyak pertandingan yang harus dijalani. Itulah sebabnya kami tidak menurunkannya sejak awal laga final Piala Liga,” kata Ferguson.

Sumber di dalam tim Inggris kepada soccernet.espn.go.com membenarkan bahwa hasil pemindaian (scan) terhadap lutut Rooney menjadi penentu pemain itu diturunkan atau tidak.

”Pemindaian tidak bisa bohong. Kalau ia memang mengalami cedera lutut, pemindaian akan memperlihatkannya. Sebaliknya, jika tidak cedera, ia bakal berlatih dan kemungkinan besar ikut main,” kata sumber itu.

Laga persahabatan untuk pemanasan menjelang Piala Dunia 2010 juga bakal dilakoni Brasil. Tim asuhan Dunga ini menjalani pertandingan persahabatan melawan Republik Irlandia di London, Selasa.

Pembuktian Dunga

Bagi Dunga, duel hari ini penting karena menjadi pembuktian bahwa konsepnya dalam membangun tim nasional adalah tepat. ”Saya akan terus maju dengan cara saya sendiri,” ujar Dunga, kapten tim Brasil saat menjadi juara dunia pada 1994.

Sejak menukangi timnas Brasil pada 2006, Dunga enggan memasukkan Ronaldinho. Pemain bintang ini dinilainya kurang memiliki disiplin sehingga tidak cocok dengan konsepnya sebagai pelatih dalam membangun tim.

Dunga malah mengandalkan pemain yang mungkin tidak terlalu istimewa, seperti gelandang Felipe Melo, Gilberto Silva, dan Elano. Keputusan Dunga itu membuat para analis dan penggemar kecewa.

”Normal, kok, muncul kontroversi gara-gara Ronaldinho dicoret. Pemain yang tidak diikutkan biasanya memang justru menjadi pemain yang terbaik. Semua orang selalu mau membicarakan pemain yang tidak ada dalam tim,” kata Dunga dengan sinis mengomentari dukungan terhadap Ronaldinho.

Sementara itu, Pelatih Perancis Raymond Domenech memanggil striker Djibril Cisse untuk memperkuat Perancis dalam duel melawan Spanyol. Kedua tim bertemu di Stade de France, Rabu besok. (afp/ato)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau