JAKARTA, KOMPAS.com — Massa dari berbagai komponen gerakan buruh, Selasa (2/3/2010) pagi, mulai bergerak menuju Gedung DPR Senayan. Mereka menggunakan berbagai kendaraan pribadi hingga melakukan long march untuk melakukan aksi mengawal Rapat Paripurna DPR siang ini.
Ketua Bidang Politik Serikat Pekerja Nasional (SPN) Baso Rukman Abdul Jihad mengatakan, massa gabungan mencapai 40.000 orang akan segera tiba di DPR pukul 12.00 nanti. "Nanti estimasi massa dari berbagai elemen gabungan akan mencapai sekitar 40.000 orang. Sementara ini, kami masih dalam perjalanan," kata Baso saat dihubungi Kompas.com, Selasa.
Baso menjelaskan, massa dari SPN mulai bergerak dari wilayah pinggiran Jakarta, seperti Bandung, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Kebanyakan massa akan bergerak menggunakan sepeda motor, truk sewaan, dan long march atau berjalan kaki. "Mobilisasi massa, kami kebanyakan naik motor dan truk karena ada upaya-upaya menghambat massa kalau naik bus sewaan," tuturnya.
Khusus untuk massa SPN dari wilayah Bandung, Baso menjelaskan bahwa mereka bahkan sudah mulai bergerak dengan berjalan kaki menuju Jakarta sejak Minggu kemarin. "Mereka long march dari Bandung dan sekarang sudah mulai masuk Jakarta. Nanti akan kumpul dulu di kantor DPP di Pasar Minggu, kemudian kembali berjalan kaki lagi ke DPR," tuturnya.
Ia mengatakan, massa SPN akan segera bergabung dengan elemen-elemen masyarakat lainnya dalam aksi di depan DPR. Elemen massa yang akan berunjuk rasa antara lain Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Serikat Pekerja Nasional (SPN), Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND), Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Dewan Tani Indonesia (DTI), Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), dan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SRMI).
Hal serupa diungkapkan Masinton Pasaribu dari Gerakan Indonesia Bersih. Menurutnya, sekian banyak massa itu akan segera berkonsolidasi setelah menyatu di depan DPR. "Aksi kami hanya akan fokus pada tuntutan kami. Kalau ada massa tandingan dari kubu lain, silakan saja. Kami hargai pendapat mereka," ungkapnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang