JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Pansus DPR tentang Hak Angket Bank Century, Romahurmuziy dari Fraksi PPP, mengatakan, kedua opsi kesimpulan akhir yang akan ditawarkan oleh Pansus Bank Century di rapat paripurna, Selasa (2/3/2010), sebenarnya tidak jauh berbeda.
Bahkan, opsi A yang diusung Partai Demokrat, PPP, dan PAN dinilai lebih kuat. ”Tadi pas rapat konsolidasi, kami nilai A dan C sama-sama saja. Nanti PPP akan coba pertemukan saja. Relatif sama. Ini tinggal ego institusional saja,” tuturnya di sela rapat paripurna.
Oleh karena itu, lanjutnya, opsi C menunjukkan bahwa sikap PDI-P dan Hanura yang dulu garang kini melunak. Menurut dia, opsi A menyatakan bahwa terdapat pelanggaran dalam kebijakan merger dan akuisisi. Namun, tidak dalam kebijakan Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dan Penyertaan Modal Sementara (PMS).
Kedua kebijakan ini dinilai sudah sesuai dengan Perppu Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK), tapi memang diakui tidak didukung data-data yang akurat meski ini pun dipahami karena dilakukan dalam situasi krisis. Adapun opsi C juga menunjukkan bahwa seluruh kebijakan merger dan akuisisi hingga PMS sudah salah.
Sebelumnya, PPP dengan tegas menyatakan bahwa kebijakan akuisisi dan merger hingga PMS sarat dengan pelanggaran. Namun, kini Romahurmuziy sendiri tidak terlalu tegas menentukan sikapnya.
Menurut dia, apa pun pilihannya, tak akan ada hasil yang signifikan dari kesimpulan akhir Pansus. ”Baik putusan A maupun C memenuhi tujuan hak angket ya. Karena keduanya pada intinya adalah menyerahkan kepada penegak hukum,” ungkapnya.
Meski demikian, Romahurmuziy memprediksi bahwa mayoritas anggota Dewan akan memilih opsi C. Menurut dia, lobi memang cukup intensif meski dinilainya juga rentan karena berusaha mempertemukan fraksi koalisi dan oposisi. Sementara itu, opsi A didukung oleh koalisi yang cukup solid. ”Ingat, kan masih bisa melalui SMS-SMS, nih,” tuturnya sambil tertawa.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang