JAKARTA, KOMPAS.com — Tercerai-berainya massa demonstran akibat dipukul mundur oleh polisi antihuru-hara di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/3/2010), rupanya tidak bertahan lama. Perlahan-lahan massa kembali merangsek menekan ratusan pasukan antihuru-hara mendekati Gedung DPR. Massa belakangan malah bertambah banyak.
Sebelumnya, konsentrasi massa berhasil dipecah belah polisi menjadi terpencar di tiga titik. Satu terdorong ke arah Slipi dan satu lagi terdesak mundur kembali ke arah Semanggi. Adapun massa yang terjebak di tengah alias di depan Gedung DPR terpaksa bertahan di tengah kepungan polisi.
Menjelang sore ini, jumlah demonstran semakin bertambah dan terus berdatangan, terutama dari arah Semanggi. Sementara massa lainnya berhasil masuk Jalan Gatot Subroto dengan memutar melalui Palmerah. Sejumlah besar massa mengenakan atribut bertuliskan Serikat Pekerja Nasional (SPN), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dan Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI). Mereka menolak kebijakan bail out dan meminta SBY, Sri Mulyani, serta Boediono segera mundur.
Banyaknya massa yang sebelumnya terpukul mundur berhasil kembali maju menekan polisi yang masih memasang barikade. Sempat beberapa kali polisi menembakkan gas air mata. Namun, amuk emosi massa kali ini agak mereda. Mereka belum kembali melempari polisi dengan batu seperti sebelumnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang