Depan Gedung DPR Beranjak Sepi

Kompas.com - 02/03/2010, 16:53 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Suasana di depan gerbang Gedung DPR, tempat para pengunjuk rasa sebelumnya menggelar aksi terkait rapat paripurna mengenai laporan akhir Pansus Bank Century, Selasa (2/3/2010) sore, beranjak sepi, ditinggalkan para pengunjuk rasa. Berdasarkan pantauan Kompas.com, para petugas kepolisian sedang beristirahat di depan gerbang Gedung DPR dan di ruas-ruas jalan.

Begitu pun para pewarta yang sejak pagi tadi meliput aksi pengunjuk rasa yang diwarnai kericuhan tersebut. Para pedagang makanan yang sebelumnya menjauhi gerbang DPR karena aksi ricuh mulai terlihat memarkir gerobaknya di antara para petugas dan pewarta yang beristirahat.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Boy Rafli Amar, saat ditemui di depan Gedung DPR, menyatakan bahwa pihaknya telah berbicara dengan para pengunjuk rasa agar tidak berbuat ricuh. Boy juga mengatakan bahwa kepolisian membatasi waktu pengunjuk rasa agar beraksi hingga pukul 18.00.

Jika melebihi batas waktu, kepolisian akan melakukan pendekatan secara persuasif kepada para pengunjuk rasa. Hingga berita ini diturunkan, kawat berduri yang semula terpasang rapi di depan gerbang Gedung DPR mulai berantakan setelah pengunjuk rasa mencoba merusaknya. Terlihat pula sisa-sisa aksi, seperti sampah spanduk, kayu, dan pecahan batu, berserakan di ruas jalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau