Tarik ulur seputar posisi unsur PSSI dalam Tim 12 itu mendominasi agenda rapat di Kantor Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Jakarta, Selasa (2/3). Ketua Panitia Pengarah Kongres Sepak Bola Nasional Sumohadi Marsis menganggap, unsur PSSI tidak perlu masuk Tim 12 karena mereka akan dievaluasi dalam kongres yang akan digelar di Malang, 30-31 Maret.
”PWI meminta PSSI tidak masuk kepanitiaan kongres karena mereka yang akan dibicarakan dalam kongres. PSSI tetap akan diundang secara terhormat ikut kongres sebagai narasumber,” kata Sumohadi seusai rapat.
Menurut wartawan senior itu, belum ada keputusan soal perlu ada-tidaknya unsur PSSI dalam Tim 12. Akan tetapi, Sekjen PSSI Nugraha Besoes menyatakan, pihaknya tak mau keluar dari Tim 12 karena itu sudah menjadi kesepatan dalam rapat Menpora.
”PSSI mau diomongin atau dinilai bagus buruk, dicaci maki, tidak masalah. Namun, kita tidak mau hanya disuruh mendengar dalam kongres. Sebagai pengurus PSSI, kita tentu paling mengerti soal pengelolaan sepak bola negeri ini,” kata Nugraha.
Tim 12 dibentuk dalam rapat di Kantor Menpora, Kamis pekan lalu. Diketuai mantan Ketua PSSI dan mantan Ketua KONI Agum Gumelar, tim itu beranggotakan 12 orang wakil dari empat unsur, yakni PWI, KONI, Kantor Menpora, dan PSSI.
Selain menentukan kepanitiaan kongres, Tim 12 juga akan menetapkan format acara kongres dan juga siapa peserta-peserta kongres. Setelah kepanitiaan terbentuk, tim itu akan bubar.
Terkait polemik ada atau tidaknya unsur PSSI dalam kepanitian kongres, wartawan senior lainnya, Mahfudin Nigara, mengingatkan bahwa mandat dan amanat menggelar kongres diberikan Presiden kepada PWI. ”Ibaratnya, Presiden memberi kotak, kunci, dan mobil pada PWI. Soal siapa yang akan diajak masuk mobil, itu terserah PWI. Pesan Presiden, mobil itu jangan dipakai menabrak,” kata Nigara.
Aspirasi masyarakat
Pada jumpa pers terpisah, Ketua PWI Pusat Margiono menyatakan, keterlibatan wartawan sebagai penyelenggara Kongres Sepak Bola Nasional terkait posisi wartawan sebagai bagian integral dari masyarakat. ”Sepak bola olahraga paling digemari di masyarakat. Sepatutnya wartawan mendengar aspirasi masyarakat,” katanya.
Masyarakat pencinta sepak bola saat ini dilanda kegelisahan akibat terpuruknya prestasi sepak bola Indonesia akhir-akhir ini yang sudah mencapai titik nadir. Kegelisahan itu juga dirasakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pencetus ide Kongres Sepak Bola Nasional.
Nigara menambahkan, peran wartawan dalam penyelenggaraan kongres itu terkait fungsinya sebagai salah satu dari delapan pembina olahraga. ”Kita bisa belajar dari kasus Meksiko pada 1980-an. Meksiko pernah dibekukan FIFA dua tahun karena Federasi Sepak Bola Meksiko melakukan pencurian umur atas laporan wartawan,” katanya.
Jangan acak-acak PSSI
Menanggapi gagasan untuk menggulirkan kongres luar biasa dalam pertemuan di Malang, akhir Maret, Nugraha mengingatkan semua pihak untuk menghormati aturan di PSSI. ”Kami berharap acara itu menjadi pertemuan moral force (kekuatan moral), bukan pressure group (kelompok penekan),” kata Nugraha.
”Kalau ada upaya-upaya untuk memaksakan kehendak di luar tata tertib organisasi, kita akan lapor FIFA dan segalanya bakal kusut,” ujar dia. ”Yang akan dilihat FIFA, pengurus PSSI saat ini karena komitmen pada kongres yang juga diketahui AFC dan FIFA, kepengurusan PSSI saat ini berlangsung hingga 2011 tanpa menyebutkan bulan.”
Nugraha mengatakan, pengurus PSSI telah terusik oleh upaya sejumlah pihak untuk menjatuhkan kepengurusan PSSI. ”Muruah (kehormatan) PSSI jangan diacak-acak. Kalau ingin ganti pengurus, bisa dilakukan nanti pada 2011 (dalam Kongres PSSI),” katanya.