Nova/Liliyana Tetap Jadi Andalan di All England

Kompas.com - 03/03/2010, 18:54 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Ganda campuran peringkat dua dunia Nova Widianto/Liliyana Natsir tetap menjadi andalan Pelatnas Cipayung untuk meraih gelar di All England Super Series. Turnamen tertua ini akan berlangsung pekan depan di Birmingham, Inggris.

"Untuk Pelatnas yang paling berpeluang adalah ganda campuran Nova/Liliyana. Bagi yang di luar Pelatnas mungkin Markis Kido/Hendra Setiawan," ujar Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PB PBSI Lius Pongoh di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (3/3/10).

Namun Lius juga mengakui bahwa mereka tidak bisa sepenuhnya menggantungkan diri pada pasangan yang menjadi unggulan kedua di All England itu. Pasalnya, Nova sudah terbilang tidak muda lagi.

Ditanya apakah tampilnya Liliyana sebagai pemain ganda putri di kualifikasi Piala Uber dapat mengganggu persiapannya ke All England, Lius mengatakan, itu dapat menjadi ajang latihan karena bermain pada ganda lebih berat dibanding campuran.

Akan tetapi Liliyana yang ditemui saat berlatih mengaku, kondisi fisiknya agak menurun karena selama bertanding memperkuat tim Uber porsi latihannya tidak seberat saat berlatih di Cipayung.

"Kalau sedang bertanding latihannya memang tidak berat hanya menjaga kondisi saja, jadi fisik saya mungkin agak menurun," ujar Liliyana yang bersama Nova menjadi runner-up All England 2008.

Liliyana menambahkan, keterlibatannya dalam tim Uber juga membuat ia tidak berlatih bersama Nova selama sekitar dua pekan terakhir. Tetapi dia memastikan hal itu tidak akan terlalu berpengaruh terhadap kekompakan mereka.

"Saya bermain ganda campuran lebih lama dibanding ganda putri, jadi dengan berlatih beberapa kali saja sudah kembali seperti semula," katanya.

Pelatih ganda campuran, Richard Mainaky juga menegaskan bahwa teknik permainan Liliyana tidak akan terlalu berubah meskipun dua pekan terakhir ia konsentrasi pada ganda putri, karena ia bisa beradaptasi dengan cepat.

"Justru fisiknya yang terpengaruh. Tetapi kalau cuma mengikuti satu turnamen saja tidak jadi masalah. Dia bisa habis-habisan di All England," kata Richard.

Usai All England, atlet Pelatnas tidak mengikuti Swiss Super Series pada pekan berikutnya.

Persiapan Olimpiade

Di samping berpasangan dengan Nova pada ajang super series, pada tahun ini Liliyana juga akan "dijodohkan" dengan Devin Lahardi. Menurut Richard Mainaky, duet ini akan diturunkan pada turnamen yang lebih rendah, grand prix gold.

"Saya harap mereka (Devin/Liliyana) bisa berjalan dengan baik. Apabila hasilnya lebih baik bersama Nova, mau tidak mau saya persiapkan Nova/Liliyana untuk Olimpiade (2012)," papar Richard.

"Penentuannya 2010 ini, pasangan yang mengalami peningkatan yang akan dipersiapkan ke Olimpiade," tambahnya.

Adapun mengenai pasangan Fran Kurniawan/Pia Zebadiah yang menjadi wakil ganda campuran dalam turnamen All England ke-100, selain Nova/Liliyana, Richard berharap mereka dapat mengalahkan pemain-pemain unggulan.

"Fran/Pia harus bisa mengalahkan pemain unggulan. Lolos ke babak kedua pun sudah bagus bagi mereka karena pada babak pertama sudah harus bertemu (pemain senior Inggris) Anthony Clark," katanya.

Selain dipersiapkan untuk Olimpiade 2012, pasangan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat tim Asian Games Indonesia di Guangzou, 13-21 November mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau