3 Ton Pasir Timah Disita Polisi

Kompas.com - 04/03/2010, 10:04 WIB

PANGKALPINANG, KOMPAS.com - Satuan II Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reskrim Polda Kepulauan Bangka Belitung mengamankan sekitar 3 ton pasir timah dari tiga lokasi berbeda.

Pada penangkapan pertama dilakukan oleh Tim Satuan II Tipiter dipimpin Kasat AKBP Pipit berhasil mengamankan sekitar 1,4 ton pasir timah di Payung, Bangka Selatan.

Barang bukti itu diamankan, sekitar akhir Februari 2010 lalu di kediaman tersangka Sofian. Pasir timah itu dalam keadaan basah disimpan di sekitar rumah tersangka.

Operasi kedua, juga pada akhir Februari, tim kembali menyikat 545 kilogram pasir timah di Jebus, Bangka Barat. Barang bukti pasir timah diamankan dari tersangka Baku di Desa Cupat. Saat penangkapan, pasir timah tersebut sedang dibawa dari TI apung hendak menuju rumah tersangka di Jebus.

Sedangkan penangkapan ketiga oleh Satuan II Tipiter terjadi Selasa (2/3) dengan barang bukti pasir timah sekitar 1 ton 25 kilogram di Desa Tukak Kecamatan Tukak Sadai, Basel. Polisi menggeledah tempat penggorengan pasir timah di rumah tersangka. Saat digerebek, pasir timah sedang digoreng.

“Semua barang bukti pasir timah ini diamankan di Polda Babel, sedangkan para tersangka ditahan di rumah tahanan Polda. Kasus ini akan ditindaklanjuti dan diproses sesuai prosedur,” kata Kapolda Kepulauan Babel Brigjen Anton Setiadi melalui Kabid Humas AKBP Djoko Purnomo saat dikonfirmasi Bangka Pos Group, Rabu (3/3).

Selain pasir timah, Djoko menambahkan Tim Polda Kepulauan Babel juga mengamankan 420 liter solar dari dua orang tersangka yaitu Abdurrahman Muhsin (29) warga Padasuka Bogor dan Tomi (52) warga Kelapa, Selasa (2/3) sekitar pukul 09.30 WIB.

Kedua tersangka ditangkap setelah polisi menerima informasi dari masyarakat bahwa ada orang mengerit solar di SPBU Kelapa.

BBM tersebut dibeli oleh tersangka di SPBU dengan harga subsidi. Rencananya solar ini akan dijual lebih mahal dengan harga industri. Dalam operasi ini, petugas juga mengamankan dua unit mobil yang diduga sebagai sarana untuk membeli BBM di SPBU. (RYA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau