Disebut Demo Tandingan, Massa SBY Bantah

Kompas.com - 04/03/2010, 12:53 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Ribuan orang yang pro-SBY-Boediono dari Angkatan Muda Demokrat Indonesia atau AMDI hingga kini masih menggelar aksi simpatik di depan Gedung DPRD Jawa Timur. Namun, koordinator aksi, Rusli Yusuf, menegaskan, aksi ini bukan demo tandingan. Apalagi demo karena panik setelah kekalahan dalam rapat paripurna tadi malam.

”Tidak perlu ada kepanikan dan kekhawatiran dari demo hari ini. Aksi simpatik dan damai ini dilakukan agar SBY dan Boediono tetap bisa fokus bekerja dan tidak terpengaruh dengan intrik politik dari hasil Rapat Paripurna Pansus Century di DPR,” katanya di sela-sela aksi, Kamis (4/2/2010).

Ia menuturkan, aksi damai ini menunjukkan bahwa masyarakat masih mendukung pemerintahan SBY-Boediono. ”Prinsipnya, kami juga mewakili rakyat Indonesia memberikan dukungan moral kepada SBY-Boediono,” tuturnya.

Menurut dia, duet SBY-Boediono harus dipertahankan karena di bawah kepemimpinan keduanya, ekonomi Indonesia tumbuh baik dan bisa menekan angka kemiskinan.

Rusli pun menegaskan, bail out bukanlah suatu pelanggaran. Itu dilakukan untuk menyelamatkan keuangan negara agar rakyat tidak terjerembab dalam krisis ekonomi. ”Tiga negara Asia yang tidak terpengaruh krisis adalah India, China, dan Indonesia,” tuturnya.

Sementara ini, aksi yang digelar AMDI itu menyebabkan kemacetan lalu lintas. Kemacetan terjadi di beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Bubutan menuju Indrapura dan sekitar Tugu Pahlawan. Aparat pun juga sempat memblokade arus lalu lintas dari Pasar Turi menuju Indrapura.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau