SURABAYA, KOMPAS.com — Ribuan orang yang pro-SBY-Boediono dari Angkatan Muda Demokrat Indonesia atau AMDI hingga kini masih menggelar aksi simpatik di depan Gedung DPRD Jawa Timur. Namun, koordinator aksi, Rusli Yusuf, menegaskan, aksi ini bukan demo tandingan. Apalagi demo karena panik setelah kekalahan dalam rapat paripurna tadi malam.
”Tidak perlu ada kepanikan dan kekhawatiran dari demo hari ini. Aksi simpatik dan damai ini dilakukan agar SBY dan Boediono tetap bisa fokus bekerja dan tidak terpengaruh dengan intrik politik dari hasil Rapat Paripurna Pansus Century di DPR,” katanya di sela-sela aksi, Kamis (4/2/2010).
Ia menuturkan, aksi damai ini menunjukkan bahwa masyarakat masih mendukung pemerintahan SBY-Boediono. ”Prinsipnya, kami juga mewakili rakyat Indonesia memberikan dukungan moral kepada SBY-Boediono,” tuturnya.
Menurut dia, duet SBY-Boediono harus dipertahankan karena di bawah kepemimpinan keduanya, ekonomi Indonesia tumbuh baik dan bisa menekan angka kemiskinan.
Rusli pun menegaskan, bail out bukanlah suatu pelanggaran. Itu dilakukan untuk menyelamatkan keuangan negara agar rakyat tidak terjerembab dalam krisis ekonomi. ”Tiga negara Asia yang tidak terpengaruh krisis adalah India, China, dan Indonesia,” tuturnya.
Sementara ini, aksi yang digelar AMDI itu menyebabkan kemacetan lalu lintas. Kemacetan terjadi di beberapa ruas jalan, seperti di Jalan Bubutan menuju Indrapura dan sekitar Tugu Pahlawan. Aparat pun juga sempat memblokade arus lalu lintas dari Pasar Turi menuju Indrapura.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang