Membayangkan BKT Jadi Kawasan Wisata Kota

Kompas.com - 04/03/2010, 13:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski proses pembangunannya sempat menuai kontroversi dari masyarakat sekitar, area Kanal Banjir Timur atau yang lebih sering disebut Banjir Kanal Timur (BKT) tampaknya justru bakal menjadi kawasan yang menyenangkan bagi masyarakat, terutama yang berada di wilayah Jakarta Timur.

Jika proses pembangunannya selesai secara keseluruhan, nanti di area BKT akan ada kanal sepanjang 23 km yang tembus hingga ke Laut Jawa. Lalu, rencananya, di sekeliling area BKT juga akan dibangun taman dan jalur inspeksi sepeda.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua Balai Besar Wilayah Ciliwung Cisadane Pitoyo Subandrio. ”Setelah kanal tembus ke laut, proyek pengerjaan BKT akan dilanjutkan dengan pembangunan dan penataan taman serta jalur inspeksi sepeda di sekitar area kanal,” ungkap Pitoyo saat dihubungi di Jakarta, Kamis (4/3/2010).

Dengan adanya taman dan jalur inspeksi sepeda di sekitar area BKT, tak mustahil kawasan ini kelak dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata alternatif bagi warga Jakarta, khususnya yang berada di sekitar kanal tersebut.

Saat ini, proyek pengerjaan taman dan jalur inspeksi sepeda di sekitar area BKT mulai dilakukan. Beberapa ruas jalan di tepian kanal yang tadinya masih berupa tanah saat ini telah diganti aspal dan diperhalus meski belum selesai permanen.

Yang menarik, diakui para buruh pekerja BKT, meski proses pengerjaan jalan untuk jalur inspeksi sepeda tersebut belum selesai, masyarakat yang tinggal di sekitar area BKT sudah sering kali menggunakan kawasan tersebut sebagai ”arena” wisata.

”Tiap pagi jalan-jalan yang udah bagus itu udah banyak dipakai warga buat olahraga pagi, lari pagi, main sepeda, buat orang tua sama anak-anak pada main. Apalagi kalau hari Minggu pagi, ramai banget,” ujar Dayat, salah seorang pekerja BKT.

Di samping taman dan jalur inspeksi sepeda yang masih dalam proses pengerjaan, di area BKT juga sudah terlihat beberapa jembatan penghubung kawasan permukiman warga dengan jalan raya serta pintu air yang telah lebih dulu selesai dibangun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau