Tifatul sembiring:

Krusial, Komunikasi Intensif Antarmitra Koalisi

Kompas.com - 04/03/2010, 14:11 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, mengatakan bahwa apa yang terjadi pada Sidang Paripurna DPR dengan agenda pengambilan keputusan soal kasus Bank Century, Rabu lalu, hanyalah kurangnya komunikasi antarmitra partai politik.

Menurut Tifatul, yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika, tidak ada perbedaan mendasar antara opsi A bahwa kebijakan bailout dan aliran dana tidak bermasalah serta opsi C bahwa diduga terdapat penyimpangan dalam kebijakan bail out dan aliran dana sehingga diserahkan kepada proses hukum.

"Perbedaan hanyalah di penyerahan proses hukum. Saya rasa ke depan harus ada kerja sama yang lebih kuat di parlemen. Saya rasa salah satu problem-nya selama ini adalah komunikasi," ujar Tifatul, Kamis (4/3/2010), di depan Istana Negara, Jakarta.

Terkait sikap Fraksi PKS yang berseberangan dengan sikap Fraksi PD, apakah Anda siap terkena reshuffle? "Itu sepenuhnya hak prerogatif Presiden," ujar Tifatul singkat.

Seperti diwartakan, pada Sidang Paripurna kemarin, ke-56 anggota F-PKS yang hadir memilih opsi C. Hal yang sama terjadi pada anggota koalisi lainnya, Partai Golkar. Sebanyak 104 anggota "Parpol Kuning" tersebut memilih opsi C. Sikap keduanya berbeda dengan Fraksi Partai Demokrat, selaku pemimpin koalisi, yang memilih opsi A.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau