JAKARTA, KOMPAS.com — Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, mengatakan bahwa apa yang terjadi pada Sidang Paripurna DPR dengan agenda pengambilan keputusan soal kasus Bank Century, Rabu lalu, hanyalah kurangnya komunikasi antarmitra partai politik.
Menurut Tifatul, yang juga Menteri Komunikasi dan Informatika, tidak ada perbedaan mendasar antara opsi A bahwa kebijakan bailout dan aliran dana tidak bermasalah serta opsi C bahwa diduga terdapat penyimpangan dalam kebijakan bail out dan aliran dana sehingga diserahkan kepada proses hukum.
"Perbedaan hanyalah di penyerahan proses hukum. Saya rasa ke depan harus ada kerja sama yang lebih kuat di parlemen. Saya rasa salah satu problem-nya selama ini adalah komunikasi," ujar Tifatul, Kamis (4/3/2010), di depan Istana Negara, Jakarta.
Terkait sikap Fraksi PKS yang berseberangan dengan sikap Fraksi PD, apakah Anda siap terkena reshuffle? "Itu sepenuhnya hak prerogatif Presiden," ujar Tifatul singkat.
Seperti diwartakan, pada Sidang Paripurna kemarin, ke-56 anggota F-PKS yang hadir memilih opsi C. Hal yang sama terjadi pada anggota koalisi lainnya, Partai Golkar. Sebanyak 104 anggota "Parpol Kuning" tersebut memilih opsi C. Sikap keduanya berbeda dengan Fraksi Partai Demokrat, selaku pemimpin koalisi, yang memilih opsi A.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang